Kutu Loncat Parpol Bentuk Pengkhianatan Terhadap Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 19 April 2011, 22:07 WIB
Kutu Loncat Parpol Bentuk Pengkhianatan Terhadap Demokrasi
Ahmad Syafii Maarif /ist
RMOL. Fenomena kepala daerah yang pindah partai atau kutu loncat merupakan hal yang biasa kalau ditilik dari perspektif pragmatisme. Tapi, kalau dilihat dari perspektif demokrasi itu merupakan pengkhianatan.

Demikian dikatakan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif usai launching film Si Anak Kampung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, malam ini (Selasa, 19/4).

"Ya itu pengkhianatan kalau dilihat dari demokrasi," kata Buya.

Film besutan Damien Dematra ini menceritakan kisah hidup Buya Syafii, panggilan Ahmad Syafii Maarif. Hadir beberapa tokoh nasional, di antaranya tokoh oposisi Rizal Ramli, Wakil Ketua MPR Hajrianto Y. Thohari dan pengacara senior Todung Mulya Lubis.

Kembali melanjutkan penjelasannya, fenomena kepala daerah pindah partai itu disebabkan semua orang hanya berpikir dangkal alias hanya untuk kepentingan sesaat.

"Akhirnya yang terjadi, politik berubah menjadi mata pencaharian," sesal Buya. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA