Penolakan Presiden SBY itu dinilai terlambat.
"SBY terlalu lamban, terlalu lamban. Dia
safety player. Dia mau lihat dulu, pendapat publik dimana. Jelas ini bukan sikap pemimpin yang bagus. Pemimpin yang pro rakyat mestinya sejak awal punya pendapat, punya sikap yang jelas," kata pengamat politik Tjipta Lesmana kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 7/4).
"Ini sebenarnya bukan yang pertama, sudah berkali-kali. SBY selalu lelet. Sekali lagi ini bukan pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik itu, sejak awal sudah melihat permasalahan dan memberikan pandangan dan sikap yang tegas," sambung gurubesar Ilmu Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan ini.
Penolakan akan pembangunan gedung DPR karena terlalu mahal, menurut Tjipta, sama saja SBY menampar wajar Partai Demokrat, terutama Ketua DPR Marzuki Alie, yang tampak ngotot meneruskan pembangunan gedung baru DPR tersebut, meski ditentang masyarakat.
"Terutama Marzuki Alie. Yang paling ngototkan Marzuki Alie. Kan saya sudah hantam (tulis) di
Rakyat Merdeka juga ada apa ini (Marzuki Alie ngotot). Jangan-jangan tender sudah ditandatangani, komisi sudah diterima," katanya.
[zul]
BERITA TERKAIT: