Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional, Teguh Juwarno, berharap Presiden akan menyampaikan hal itu sebagai bentuk kepedulian seorang kepala negara terhadap penolakan masyarakat akan pembangunan gedung baru DPR tersebut. Bila itu yang akan disampaikan, tentu SBY akan mendapatkan simpati publik.
"Kalau tanggapan dia sejalan dengan aspirasi publik," kata Teguh, yang juga anggota Komisi I DPR ini, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 7/4).
Namun, akan berbanding terbalik, bila dalam keterangannya SBY justru menguatkan keputusan Partai Demokrat yang sampai saat ini ngotot membangun gedung baru DPR yang menghabiskan dana Rp 1,1 triliun. Citranya dipastikan akan rontok.
"Kalau beliau (SBY) kemudian malah menguatkan kemauan Demokrat, akan semakin membuat citra beliau terpuruk. Karena sudah jelas, publik menginginkan agar pembangunan gedung ini dihentikan," jelasnya.
Lanjut mantan wartawan ini, bila memang hanya untuk menguatkan pendapat partainya, akan lebih baik bila SBY cukup membisikkan pendapatnya kepada kadernya sendiri, tanpa harus mengungkap ke publik.
[zul]
BERITA TERKAIT: