"Mereka (korban) yang tercatat dalam prasasti ini merupakan korban tewas yang akan selalu menjadi kenangan dalam peristiwa jebolnya tanggul situ gintung," kata Ketua Dewan Pembina Situ Gintung Community Development Forum, Suair, saat ditemui pada acara doa bersama peringatan dua tahun tanggul situ Gintung jebol, Minggu (27/3).
Dalam prasasti tersebut, tercatat sebanyak 84 korban meninggal akibat peristiwa jebolnya tanggul situ Gintung pada tanggal 27 Maret 2009 silam. Di dalam data prasasti, sebanyak 56 korban perempuan; 28 korban pria; 3 korban dikenali; dan tiga korban hingga saat ini belum ditemukan.
Prasasti yang terletak di bawah bendungan atau belakang masjid Jabal Rahma, juga terdapat tugu bendungan Gintung. Nantinya, di wilayah sekitar, akan menjadi lokasi wisata. "Di sekitar prasasti akan menjadi objek wisata warga. Karena, lokasinya sudah didesain aman untuk tempat kumpul," katanya.
Selain itu, warga juga membuat wadah Situ Gintung Community Development Forum, yang bertujuan untuk menjembatani antara warga dengan pemerintah Tangerang Selatan. Pasalnya, meski bendungan telah selesai dibuat, namun pembangunan lainnya seperti
jogging track dan penghijauan masih menjadi tugas pemerintah daerah.
Tak hanya itu, wadah tersebut juga akan menjadi bagian dalam mengontrol dan melestarikan bendungan Gintung. Karena, dengan adanya pemasangan seperti pemantau air dan bendungan, namun perawatan harus tetap dilakukan.
"Penghijauan di wilayah sekitar perlu terus dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembentukan wadah agar sistem kontrol kedepannya lebih baik lagi," katanya.
Rehabilitas bendungan gintung, Ciputat, dilakukan sejak tanggal 3 Desember 2009 dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 91.773.756.000, mulai tahun 2009 hingga 2010 atau 619 hari.
Situ Gintung sebelumnya jebol pada 27 Maret 2009 sekitar pukul 02.00 WIB akibat meluapnya Kali Pesangerahan. Dalam perisitiwa itu sebanyak 97 korban meninggal dan ratusan warga hilang serta sebanyak 312 rumah hancur berantakan diterjang air. Peristiwa Situ Gintung itu menghancurkan ratusan rumah penduduk akibat disapu air bah, tapi Masjid Jabal Rahma tetap kokoh padahal jaraknya hanya sekitar 20 meter dari tebing tanggul.
[zul]
BERITA TERKAIT: