"Partai ini gawat sudah, 2014 bisa tutup," kata pengamat politik Iberamsyah kepada
Rakyat Merdeka Online malam ini (Jumat, 18/3).
Dia mengungkapkan, Muhaimin Iskandar telah bertindak sebagai pemimpin diktator. Mestinya Lily Wahid dan Effendi Choiri tidak dipecat hanya karena berbeda pendapat dalam usul penggunaan hak angket pajak.
"Dia (Muhaimin) diktator seperti Hitler menciderai demokrasi. Anggota DPR itu bukan lagi dipilih partai, tapi langsung ditentukan rakyat. Makanya aneh juga, kenapa MK menolak uji materi (tentang pasal
recall) Lily Wahid," ujarnya.
Alasan lain PKB akan ditinggalkan, katanya, karena selama ini partai yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid itu terlalu membebek dengan pemerintah dan Partai Demokrat. Karena itu sudah kehilangan karakter.
Karena sikap PKB hanya membebek, dia tidak yakin dengan tudingan Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar, bahwa selama ini kedua kader yang telah dicopot itu sengaja dimanfaatkan oleh partai tertentu untuk merusak PKB dari dalam.
"Itu mangada-ada. Tudingan yang tak masuk akal. Gus Choi dan Lily Wahid kan tahu isi PKB dari awal. Jadi dari mana disusupkan," kata Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini mempertanyakan.
[zul]
BERITA TERKAIT: