Mantan jurubicara Kementerian Luar Negeri ini menegaskan, dalam pernyatannya JK membantah berita yang ditulis
The Age dan
Sidney Herald Morning kemarin itu. JK disebut membayar para peserta Munas Golkar tahun 2004 lalu saat dia akan melaju menjadi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.
"Pak JK membantah kebenaran itu. Dikatakan (JK) menyuap, dia tidak menyuap. Disebutkan dalam berita itu (JK) membeli suara dengan menyuap. Pak JK membantah. Jadi isinya itu tidak benar, tendensius. Pak JK kan hanya membayar hotel, transport, tapi tidak membeli suara seperti disebutkan, berarti ada kebohongan. Keakuratannya tidak bisa dipegang," jelasnya.
Tapi kan tidak sedikit publik yang mempersepsikan bahwa ada yang dibenarkan JK dari berita itu. Lalu publik membandingkan, kalau berita tentang JK saja ada yang dibenarkan, jangan-jangan berita tentang SBY juga ada benarnya. Bagaimana tanggapan Anda?
"Tidak, Pak JK yang saya tangkap sebagai orang yang menyatakan itu tidak benar dia menyogok orang per orang dengan memberi uang berapa juta, tapi saya tidak tahu angkanya. Tapi dibilang itu tidak benar. Hanya saja dikesankan sebagai pembenaran, tapi faktanya membantah kok. Pak JK membantah yang saya tangkap. Cukup keji ya, disebut membeli suara dan lain-lain," jawabnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: