Seperti di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, Bahrain, dan Aljazair, isu revolusi tersebut beredar melalui piranti dunia maya. Misalnya, ada pesan pendek yang beredar luas dan menyarankan agar rakyat Uganda mempersiapkan cadangan makanan dan bahan bakar untuk berjaga-jaga bila kekacauan terjadi. Pesan seperti ini tentu menambah kekhawatiran rakyat.
Pemimpin oposisi Kizza Besgye, seperti dikutip BBC, menyatakan siap melakukan perlawanan jika Museveni atau calon lain melakukan kecurangan dalam pemilihan ini.
Sementara para pejabat Uganda meyakinkan rakyat bahwa pemilihan akan berjalan tertib, lancar dan aman. Museveni menjamin gelombang protes seperti yang terjadi di Mesir tidak akan menulari Uganda. Museveni juga menegaskan bahwa para calon akan berkompetisi secara bebas dan sehat sehingga dipastikan tidak terjadi kecurangan politik.
"(Uganda) tidak akan mengalami revolusi (seperti di) Mesir karena para calon berkompetisi secara bebas dan sehat," katanya sehari sebelum pemilihan (Kamis, 17/2).
"Buang semua pertanyaan (mengenai revolusi) itu. Itu tidak akan terjadi di Uganda. Saya menjamin itu semua," tegas Museveni.
[guh]
BERITA TERKAIT: