Rakyat Marah, Pembatasan BBM Bersubsidi Bisa Jadi Alasan Jungkalkan SBY-Boediono

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 14 Februari 2011, 13:25 WIB
Rakyat Marah, Pembatasan BBM Bersubsidi Bisa Jadi Alasan Jungkalkan SBY-Boediono
presiden sby/ist
RMOL. Pemerintah harus melakukan perubahan skema pembatasan subsidi premium, apabila enggan membatalkan pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi karena membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Pasalnya, apabila kebijakan pembatasan ini masih tetap dipaksakan berlaku per 1 April 2011 mendatang, kebijakan ini mendorong terjadinya Inflasi akan semakin kuat dan korbannya bukan cuma mereka yang memiliki kendaraan roda empat tetapi juga masyarakat umum yang tidak memiliki kendaraan.

"Karena pembatasan BBM bersubsidi sebagai administered price akan menjadi trigger core inflasi yang akibatnya akan merampas daya beli masyarakat umum," ujar  pengamat ekonomi, Dahnil Anzar, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 14/2).

Menurut dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini, hantu inflasi ini sangat berbahaya bagi stabilitas ekonomi nasional dan dampaknya bisa saja pada kemarahan rakyat terhadap pemerintahan SBY.

"Sejarah membuktikan bahwa kejatuhan pemerintahan seringkali diawali dengan instabilitas harga-harga dan apabila hal ini terjadi bukan tidak mungkin 2011 ini SBY-Boediono bisa terjungkal," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA