Pasalnya, apabila kebijakan pembatasan ini masih tetap dipaksakan berlaku per 1 April 2011 mendatang, kebijakan ini mendorong terjadinya Inflasi akan semakin kuat dan korbannya bukan cuma mereka yang memiliki kendaraan roda empat tetapi juga masyarakat umum yang tidak memiliki kendaraan.
"Karena pembatasan BBM bersubsidi sebagai
administered price akan menjadi
trigger core inflasi yang akibatnya akan merampas daya beli masyarakat umum," ujar pengamat ekonomi, Dahnil Anzar, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 14/2).
Menurut dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini, hantu inflasi ini sangat berbahaya bagi stabilitas ekonomi nasional dan dampaknya bisa saja pada kemarahan rakyat terhadap pemerintahan SBY.
"Sejarah membuktikan bahwa kejatuhan pemerintahan seringkali diawali dengan instabilitas harga-harga dan apabila hal ini terjadi bukan tidak mungkin 2011 ini SBY-Boediono bisa terjungkal," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: