"Justru menurut saya kerusuhan ini semakin membenarkan kekuatiran para tokoh agama. Lihat poin dua dari pernyataan mereka bahwa keberagaman dan kelompok yang tidak bersedia menerima perbedaan masih menjadi ancaman," kata anggota Badan Pekerja Tokoh Lintas Agama, Ray Rangkuti, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 11/2).
Namun, dia menegaskan, apa yang disampaikan oleh para tokoh agama itu tidak dihiraukan oleh pemerintah. Buktinya tidak ada langkah antisipatif dan sikap tegas untuk mencegah terjadinya kekerasan.
"Pemerintah lalai. Kalau terjadi bentrokan jangan salahkan tokoh agama. Itu kan ranah aparat keamanan. Apa lagi yang menarik, dari kerusuhan itu, berdasarkan temuan Komnas HAM banyak kejanggalan," tegas Ray yang saat dihubungi sedang berada di Solo untuk mendeklarasikan rumah anti kebohongan.
Kemarin adalah Jurubicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, yang menuding bahwa kerusuhan yang berbau agama disebabkan karena para tokoh agama sibuk urus politik dan melupakan tugas asasinya.
[zul]
BERITA TERKAIT: