"Apakah hubungan itu hanya sebatas ideologis, politis atau struktural. Ini kan harus dijelaskan. Kalau misalnya PKS merupakan bawahan Ikhwanul Muslimin, di Indonesia itukan tidak boleh. Tidak boleh ada partai yang menginduk dengan partai di luar Indonesia," tegas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini di Jakarta (Senin, 7/1).
Saleh mengatakan itu menanggapi pemberitaan yang menyebutkan bahwa kader PKS di Mesir turut membantu demonstran menggulingkan Presiden Husni Mubarok. Meski, terkait dengan pemberitaan itu, Saleh mengetahui bahwa Sekjen PKS Anis Matta telah meluruskan pernyataannya yang disebutnya dipelintir oleh sebuah media.
"Ya, benar atau tidak, yang dikatakan oleh Anis ini, tapi ini sudah menjadi pemicu pihak keamanan Mesir menahan mahasiwa Indonesia. Karena pernyataannya (Anis) itu dimuat
Al-Jazeera. Kita tidak ingin, hubungan baik Indonesia dan Mesir terganggu dengan pernyataannya tersebut," tegasnya.
Sebelumnya, kader muda Nahdhatul Ulama yang juga alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Zuhairi Misrawi, telah meminta PKS untuk mengklarifikasi hubungannya dengan partai yang sempat dilarang oleh Husni Mubarok tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: