Dalam pidatonya, Syarief mengapresiasi langkah Hipmi. Bukan hanya dalam ikut serta membangun ekonomi bangsa, Hipmi juga telah mempertontonkan demokrasi yang santun dan sesuai dengan salurannya. Kata dia, dalam demokrasi semua boleh berbeda, namun ketika perbedaan itu menjadi satu kesepakatan, semuanya harus menghormati bukan malah merongrong.
"Saya lihat sendiri betapa dinamisnya Hipmi dalam membahasa pasal per pasal di AD/ART, tapi setelah di sepakati semuanya menghormatinya," katanya.
Lanjut dia, potensi Hipmi cukup luar biasa, karena ke depan Hipmi merupakan cikal bakal pemimpin bangsa. Kata dia, kalau di hitung-hitung dari jumlah 400 pengusaha yang hadir dalam acara ini dengan aset 50 miliar, berarti ada potensi Rp 20 triliun.
Apa yang dilakukan Hipmi saat ini, sebelumnya dan ke depan memberikan tanda positif. Hipmi, juga bisa jadi Jubir bahwa pemerintah tidak berbohong.
"Kalau kekurangan mari kita perbaiki bersama-sama," katanya.
Sementara, Ketua Pelaksana Munasus Raja Okto Saptahari, menyatakan, Munasus merupakan wadah pemantapan tata tertib serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Hipmi menuju pemilihan ketua umum yang baru pada musyawarah nasional Hipmi yang akan digelar Mei mendatang di Makassar.
"Munas nanti lebih konsen kepada pemilihan dan penggalangan dukungan ketua," kata Okto yang nota bene merupakan anak dari pengusaha Oesman Sapta.
[ald]
BERITA TERKAIT: