Untuk diketahui pemerintah dan DPR pada APBN 2011 menargetkan penurunan angka kemiskinan pada 2011 sebesar 11,5 persen-12,5 persen.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha, Kecil dan Menengah (LPDB-KUKM) Kemas Danial mengatakan, untuk mengurangi angka kemiskinan, pihaknya bekerjasama dengan
franchise lokal. Ini selaras dengan target dan visi pemerintah penurunan angka kemiskinan.
"Kita akan menggandeng 156
franchise yang ada di Indonesia untuk menciptakan wirausaha dan lapangan kerja baru bagi para lulusan SLTA," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online, di Gedung Smesco, Jakarta, (Rabu, 12/1).
Menurut dia, usaha
franchise lokal adalah usaha yang banyak menyerap tenaga kerja. Sementara, kendala mereka adalah kekurangan dana untuk mengembangkan produknya. Padahal disisi lain
franchise banyak melibatkan sektor mikro yang melibatkan banyak tenaga kerja.
"
Franchise asli Indonesia bisa menjadi salah solusi kongkret penyerapan tenaga kerja dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran. Ini harus di perkuat," katanya.
Lanjut dia, pada 2011sendiri, LPDB diberikan anggaran Rp 1,25 triliun. Dari anggaran tersebut, 90 persennya disalurkan melalui koperasi dan sisanya melalui nonkoperasi
Padahal, permintaan dana bergulir ini mencapai Rp 3,6 triliun. Oleh karena itu, LPDB minta anggarannya ditambah Rp 2 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp 3 triliun. "Permintaan ini sudah disetujui di dewan pengawas dan mau di bawa ke Menkeu pada perubahan Mei nanti," paparnya.
Sementara, untuk mengawasi dana bergulir tersebut, LPDB juga sudah mengembangkan sistem IT untuk memonitornya. Untuk 2010, LPDB berhasil menyaluran dana bergulir Rp 460 milyar. Sementara sejak berdiri sudah Rp 645 milyar dana bergulir yang berhasil disalurkan ke 314 koperasi. "Target 2010 sendiri memang hanya 65 persen," paparnya.
Kemas mengatakan, kendala dari penyaluran dana bergulir ini adalah kualitas koperasi. Menurutnya, dari 176 ribu koperasi hanya 10 persennya yang memenuhi syarat. Selain itu, masih minimnya cabang pembantu di daerah juga menjadi kendala. Sebab itu, pada tahun ini akan dibuka cabang pembantu di Makasar.
Menurutnya, kemampuan SDM dalam melakukan analisis kelayakan juga masih terbatas, terutama dalam menganalisis bisnis sektor riil. Lebih lanjut, untuk mencapai target penyaluran dana bergulir, pihaknya sudah melakukan penyederhanaan pola pinjaman.
[zul]
BERITA TERKAIT: