Imam Anshori Saleh: Kasus Hukum Seperti Pak Irawady Nggak Akan Kita Ulangi Lagi...

Sabtu, 01 Januari 2011, 02:44 WIB
Imam Anshori Saleh: Kasus Hukum Seperti Pak Irawady Nggak Akan Kita Ulangi Lagi...
RMOL.Setelah terpilihnya Eman Suparman menjadi Ketua Komisi Yudisial (KY), di saat bersamaan terpilih juga Imam Anshori Saleh sebagai Wakil Ketua KY untuk periode 2010-2015. Imam telah mengalahkan komisioner lainnya yang menjadi kandidat wakil ketua juga.

“Imam Anshori  mendapat rai­han suara terbanyak mem­pero­leh suara empat. Dengan demikian, ditetapkan sebagai wakil ketua KY,” kata Komisioner KY Jaja Ahmad Jayus, selaku pimpinan sidang pemilihan, di Gedung KY, Jakarta, Kamis (30/12).    

Proses pemilihan dilakukan oleh tujuh komisioner. Adapun perolehan suara lainnya untuk wakil ketua  diraih oleh komi­sioner KY Abbas Said dengan dua suara lalu Jaja Ahmad Jayus satu suara.

Ketujuh Komisioner KY Pe­riode 2010-2015 beranggota­kan Eman Suparman, Abbas Said, Imam Anshori Saleh, Taufi­qurrahman Syahuti, Suparman Marzuki, Jaja Ahmad Jayus  dan Ibrahim.

Setelah terpilih menjadi wakil ketua KY, Imam optimis dapat menyelesaikan tugas-tugasnya. “Ketika kita sudah masuk berarti kita sudah mengancang-ngan­cang apa yang harus kita laku­kan,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan wawancara selengkapnya:

Apa komitmen Anda di KY?

Sekarang ini ibaratnya, kita sedang mengumpulkan bahan-bahan yang masuk dari KY. Apa-apa yang sudah ditangani, apa yang belum diserahkan. Seperti, untuk gelar perkara persoalannya apa, kendalanya apa, apa harus dipercepat, dan dibuat dulu. Kemudian melihat juga deal-deal di KY yang sudah efektif apa. Kalau yang kiranya kurang efek­tif, kita giatkan. Apa karena ku­rang SDMnya, atau jumlah orangnya yang kurang dan tata laksananya yang kurang bagus. Itu yang kita perbaiki.

Anda sudah punya jurus me­nangkal dari godaan para ma­fia hukum?

Kita punya kendali dari agama. Saya kira, kita harus selalu me­ngingat yang di atas (Tuhan). Hidup itu jangan terlalu serakah, yang wajar-wajar saja. Apa yang kita punya harus disyukuri.

Apa keluarga juga sudah diberi pemahaman tentang itu?

Sudah, yakni jangan mimpi men­­­dapat gaji seperti para pengusaha yang bisa gampang cari uang. Kita siapkan mental untuk mengabdi pada negara. Maka gaya hidup kita harus di­sesuaikan. Termasuk, bagai­mana memberikan pemahaman pada anak-anak agar ditata dengan baik.

Anggota KY Irawadi Yunus periode yang lalu terjerat hu­kum, bagaimana Anda mem­beri arahan kepada anggota KY periode sekarang ini agar tak terjerat hal serupa?

Kalau saya lihat begini, bahwa sebagian besar dari lima orang ini adalah akademisi dengan gaya hidup yang sederhana. Yang lain, adalah hakim yang cukup senior dengan hidup yang sudah mapan. Saya sendiri punya usaha kecil-kecilan. Lagipula  saya juga per­nah kerja di DPR, pernah bekerja sebagai Presdir di ber­bagai pe­rusahaan. Mudah-mu­dahan saya tidak gampang ter­goda untuk memburu kebutuhan lagi.

Dengan semua yang saya punya, sudah cukup lah. Seperti yang ditulis di Rakyat Merdeka, bahwa saya punya usaha keluar­ga di Yogya. Sehingga tidak ter­gan­tung pada gaji.

Bagaimana komentar Anda tentang anggota KY Irawadi Yu­nus yang terjerat hukum?

Dari dulu, memang saya sudah curiga. Kalau terlalu banyak praktisi, bekas hakim, bekas jaksa dan sebagainya. Tapi saya tidak mengatakan, kalau semua jaksa itu jelek. Biasanya agak beda dengan perform para akademisi. Saya kira apa yang telah terjadi dengan Pak Irawadi, tidak akan terjadi lagi. Kita nggak mau mengulanginya.

Masa sih, Anda seoptimis itu?

Ya dong.

Sebab, sejak awal kita sudah mengukur moralitas kita. Saya kira seleksi kemarin sudah cukup melihat kepribadian kita. Apalagi kita sudah digodok selama dua hari penuh. Sehingga mereka itu tidak memilih orang yang asal-asalan. Mudah-mudahan itu yang membuat kita tidak mudah ter­goda. Di samping kita sendiri harus betul-betul berpegang pada agama kita.

Adakah sanksi yang diberi­kan kepada anggota KY yang melanggar?

Tentu ada.

Apa saja?

Kita punya kode etik KY dan sanksi pidananya diberikan dari negara. Termasuk kriminal itu, sanksi berlapis. Baik dari dalam KY dan dari luar KY.

Anda dengan Eman Su­par­man mempunyai latar belakang yang berbeda. Bagai­mana cara me­leng­kapinya?

Kalau Pak Eman, mungkin mem­pu­nyai pengalaman yang lebih banyak menekuni di kam­pus. Sehingga pe­ma­­ha­man ten­tang hukum lebih men­dalam. Sementara saya lebih banyak pengalaman di luar. Di samping saya pernah di DPR, pernah men­jadi wartawan, dan pernah men­jadi Presdir di bebe­rapa perusa­haan. Tentu untuk urusan lobi bisa ke DPR, ke MA, atau lem­baga lain.

Oh ya, bagaimana perasaan Anda setelah terpilih menjadi Wakil Ketua KY?

Karena saya juga pernah men­jadi pejabat negara yakni di DPR, tapi bagi saya ini menjadi amanah yang berat sekali. Kalau di DPR, ramai-ramai bekerja. Nggak be­kerja juga tidak ada masalah. Tapi kalau di sini (KY) se­cara per­sonel harus mene­kuni sendiri tugas-tugas­nya. Kalau nggak, berarti nggak jalan semua. Se­hingga tugas-tugas yang di­tangani lebih berat.

Memang seberat apa tugas KY itu?

Sorotan masyarakat bahwa KY adalah salah satu kunci untuk penegakan hukum. Sehingga lebih berat sekarang ini, daripada ketika saya di DPR.

Adakah acara syukuran yang diadakan anggota ke­luar­ga dengan terpilihnya Anda sebagai Wakil Ketua KY?

Sudah, dari keluarga saya yang di Jombang. Dan di Yogya, saya mengadakan dengan keluarga istri dan anak-anak. Datang ke warung-warung yang nggak terlalu mewahlah, cukup menge­luarkan dana sekitar Rp 2 juta untuk mensyukuri itu. Sekaligus yang saya katakan tadi, untuk memperkuat moralitas mereka untuk menerima kondisi saya yang sekarang ini.

Tidak seperti kemarin, ketika di Presdir perusahaan, gaji saya lebih besar. Tapi pengabdian saya kecil sekali. Di perusahaan tam­bang, saya banyak merusak ling­kungan. Sedangkan, walau seka­rang gajinya lebih rendah. Tapi saya lebih enjoy di sini. Sebab, unsur perhatiannya lebih tinggi. [RM]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA