Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengapresiasi langkah cepat ke-13 BPD yang berhasil menyalurkan KUR 100 persen.
“Ini sangat menggembirakan. Dan ini bisa disebut momen bersejarah, di mana BPD diberi kepercayaan dan sukses,†kata Syarief kepada
Rakyat Merdeka Online.
Sekarang ini sebanyak 13 BPD mendapat kepercayaan menyalurkan KUR dengan target penyaluran sebesar Rp 2 triliun selama 2010.
“Target itu sepenuhnya tercapai," ucap Syarief bangga.
Apa yang dicapai BPD tersebut, lanjut Syarief, bisa menjadi contoh bagi penyalur KUR lainnya.
Sementara, Deputi Kementerian Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Chairul Djamhari menambahkan, hingga 22 Desember 2010, total penyaluran KUR bank umum dan BPD mencapai Rp 15,357 triliun atau sudah melewati target batas bawah penyaluran KUR sebesar Rp 13,115 triliun.
“Per 22 Desember 2010, realisasi penyaluran KUR BPD sudah Rp 2,019 triliun dari target bawah yang ditetapkan Rp 2 triliun, dan sisanya sudah dicapai oleh bank umum,†kata Chairul.
Karena KUR tahun ini mencapai target, pemerintah berencana melakukan pembicaraan dengan seluruh bank penyalur untuk menaikkan target KUR 2011. Tahun ini KUR hanya dipatok Rp 18 triliun, dan rencananya tahun depan pemerintah akan mengucurkan Rp 20 triliun. Namun jumlah ini masih bisa berubah.
“Yang jelas, target penyaluran KUR tahun depan akan di atas target tahun ini. Tapi kita tetap harus melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk menambah target penyaluran KUR tersebut,†kata Chairul.
Pertimbangan yang dimaksud, sambungnya, antara lain mengacu pada prediksi meningkatnya permintaan KUR tahun depan.
“Sosialisasi KUR yang kita lakukan sepanjang tahun 2010 diprediksi akan meningkatkan permintaan KUR. Itu jadi pertimbangan dalam menetapkan target 2011,†katanya.
Prediksi munculnya skim pembiayaan KUR baru disinyalir akan turut mempengaruhi penetapan target tahun depan. “Saat ini sudah muncul KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Nanti mungkin saja muncul KUR bagi petani, nelayan dan sebagainya, itu turut mempengaruhi target KUR UMKM,†terang dia.
Di samping itu, katanya lagi, optimisme pertumbuhan ekonomi juga membaik. Itu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekspor. Berdasarkan data yang dimiliki kementerian, kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekspor mencapai 15,1 persen.
“Ini akan memperbaiki struktural UMKM, sehingga makin banyak orang yang ingin menjadi pengusaha UMKM,†imbuhnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: