WAWANCARA

Darmono: Jaksa Agung Yang Baru Prioritaskan Penuntasan Kasus Sisminbakum

Sabtu, 27 November 2010, 06:11 WIB
Darmono: Jaksa Agung Yang Baru Prioritaskan Penuntasan Kasus Sisminbakum
RMOL. Begitu Jaksa Agung yang baru, Basrief Arief, ngantor di hari pertama, petinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) segera memberikan sejumlah masukan. Salah satunya menuntaskan kasus Sisminbakum.

“Kami yakin Pak Basrief Arief sependapat dengan kami untuk memprioritaskan penuntasan kasus Sisminbakum,’’ ujar Wakil Jaksa Agung, Darmono, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:

Selain itu apa lagi yang di­prio­ritaskan?
Memulihkan citra kejaksaan di mata masyarakat. Jadi, reformasi perubahan akan kami usulkan ke beliau. Kemudian penuntaskan kasus-kasus korupsi di daerah.

Apa yakin bisa dilaksana­kan?
Tentu sangat yakin, di tangan beliau kejaksaan bisa lebih baik. Sebab, semua kekuatan akan di­kerahkan untuk itu.

Termasuk Anda?
Ya dong.  Saya akan kerahkan segala tenaga, daya dan upaya untuk membantu Jaksa Agung yang baru dalam penuntasan kasus korupsi.

Anda tidak merasa kecewa?
Tidaklah. Dengan adanya Jak­sa Agung yang baru, tentu saya kembali ke jabatan definitif seba­gai Wakil Jaksa Agung. Saya su­dah bersyukur dengan jabatan ini. Sebagai Wakil Jaksa Agung tentu sudah seharusnya mendukung setiap kebijakan yang diambil Jaksa Agung.

Pimpinan yang lain, apa bisa menerima Basrief?
Semuanya bisa menerima. Soal­­nya, Pak Basrief cukup dikenal di kejaksaan. Beliau kan dulu pimpinan kita. Tiga tahun lalu kan beliau  jadi Wakil Jaksa Agung. Jadi, semuanya masih mengenal baik kok, bukan orang asinglah bagi kita.

Apa Anda akrab dengannya?
Beliau itu teman saya. Jadi, saya senang dengan terpilihnya Pak Basrief jadi Jaksa Agung. Saya juga sudah menyampaikan ucapan sela­mat melalui SMS, semoga de­ngan terpilihnya men­jadi Jaksa Agung diberkahi Tuhan dan ke­jak­sa­an ke depan menjadi lebih baik.

Berarti Anda cukup menge­nal Basrief ya?
Ya. Cukup lama saya bekerja ber­sama-sama dengan beliau. Saat beliau menjadi Kepala Ke­jati DKI Jakarta, saya menjadi Kajari Jakarta Barat. Ketika itu kami se­ring main tenis. Kemu­dian be­liau diangkat menjadi JAM Intel, saya menjadi Kajati DKI.

Apa Anda kaget Basrief di­pilih jadi Jaksa Agung, padahal  sebelumnya namanya tidak mengemuka?
Kaget sih tidak. Sudah dipre­diksi kok, kira-kira siapa antara ini dan itu. Kalau orang dalam siapa saja yang mungkin dipilih, kalau orang luar siapa. Salah satu bayangan kami adalah Pak Ba­srief. Tapi saya tidak mau men­dahului kehendak Tuhan dan men­dahului apa yang diputuskan Presiden.  [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA