Basrief Arief adalah mantan Wakil Jaksa Agung pada pada masa Abdul Rahman Saleh atau Kabinet Indonesia Bersatu I.
Artinya, SBY tetap menjatuhkan pilihan pengganti Hendarman Supandji dari kalangan Kejaksaan, meski Basrief Arief telah meninggalkan gedung bundar selama tiga tahun sebelumnya karena pensiun.
Ketua Umum PB Himpunan Mahasiwa Islam Ahmad Chozin tidak sepakat dengan pilihan SBY itu. Di tengah berbagai kasus koruspi yang ditangani kejaksaan, bahkan ada yang melibatkan oknumnya sendiri, mestinya Jaksa Agung berasal dari luar Kejaksaan.
"Saya tidak yakin dia akan mampu menyelesaikan kasus-kasus korupsi. Kerusakan Kejaksaan itu sistemik tidak bisa diselesaikan oleh orang dalam Kejaksaan sendiri," tegas Chozin kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 26/11).
Berbeda dengan Chozin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menyambut baik pilihan SBY tersebut. Buya Syafii sebelumnya pernah bekerja sama dengan Basrief sebagai anggota Panitia Seleksi Pimpinan KPK. "Saya menyambut positif. Dia inikan orang cukup bijak. Saya kira dia berani. Tapi kita lihat saja lah nanti," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: