"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Salah satunya adalah merubah paradigma sarjana itu sendiri dari mencari kerja atau pegawai didorong menjadi
enterpreneur," katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Alaudin Makasar (Jumat, 19/11).
Untuk itu, Kemenkop dan UKM mempunyai program wirausaha bagi para sarjana dengan modal yang betul-betul bisa dimanfaatakan untuk memulai wirausaha. "Sulawesi Selatan menjadi percontohan mahasiswanya yang bisa ambil peluang itu. Pertumbuhan ekonomi Sulses sendiri tertinggi dibanding wilayah lainnya yaitu 9,2 persen," ujar politisi Partai Demokrat ini.
Kata dia, mahasiswa memenuhi aspek untuk maju, di samping karena kemampuan intelektualnya,
resources dan SDA sangat beragam. Untuk itu, kata dia, Kemenkop dan UKM akan terus memantau dan membimbing Sosialisasi Program Pertumbuhan dan Pengembangan Sarjana (PPSW) bagi para sarjana.
Menurut catatan, hasil evaluasi program PPSW di 16 provinsi, respons sarjana cukup baik. Dari 7.471 peserta pembekalan, 1.538 orang sarjana mampu menyerahkan proposal tertulis, dan 934 orang mengikuti bimbingan teknis, pendampingan advokasi untuk memperoleeh kejelasan dukungan pembiayaan dari LPDB maupun bank.
Dalam kaitan itu, dia melanjutkan, peranan inkubator bisnis dan teknologi di perguruan tinggi memegang peranan penting dalam menumbuhkan wirausaha inovatif. "Kemenkop dan UKM bersama Kemendiknas serta Kemenristek bersepakat melakukan gerakan nasional pengembangan inkubator bisnis," tandasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Alaudin Makasar, Azhar Arsyad, mengaku kedatangan Menteri Koperasi dan UKM merupakan satu kehormatan bagi kampusnya. Dia pun lantas menceritakan soal keberadaan koperasi yang ada di UIN Makassar.
"Di lingkungan kampus Koperasi mahasiswa berkembang, baik koperasi karyawan maupun mahasiwa. Yang menjadi kita maju adalah prinsip yang didasari kejujuran," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: