Dengan jumlah yang sangat besar ini, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan optimistis mudik Lebaran tahun ini dapat menggerakkan roda perekonomian secara signifikan di daerah.
"Transformasi ekonomi ini membuat moda transportasi mengalami peningkatan signifikan. Jadi mudik tidak hanya dapat dipahami sebagai tradisi budaya, tetapi juga tradisi sosial ekonomi," kata Buya Amirsyah Tambunan, dikutip Kamis, 19 Maret 2026.
Buya Amirsyah menilai, aktivitas mudik dapat menciptakan efek domino yang sangat luas. Kondisi ini menciptakan perputaran uang dalam jumlah sangat besar yang dapat memicu aktivitas perdagangan, menggerakkan sektor ril, baik bagi pariwisata maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Meski begitu, Buya Amirsyah menyayangkan aktivitas tersebut hanya sementara dan tidak berkelanjutan.
Tradisi mudik ini menjadi momen ketika uang mengalami transformasi ke daerah asal pekerja urban. Sekitar 60 persen perputaran uang mudik terjadi di Pulau Jawa karena mayoritas pemudik berasal dari wilayah tersebut.
"Dalam perspektif ekonomi regional, fenomena ini dapat dipandang sebagai transformasi ekonomi pusat ke daerah," tandasnya.
BERITA TERKAIT: