"Pemerintah tidak menjelaskan arah yang mau dicapai dari IPO," ujar pengamat ekonomi politik dan komunikasi, Hendri Satrio, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 18/11).
Padahal semestinya, sebut dosen luar biasa Universitas Paramadina ini pemerintah harus terbuka, menjelaskan kepada publik secara gamblang dan jujur. Dia mengatakan masalahnya bukan apakah PT KS akan di-IPO-kan atau tidak. Tapi masalahnya pemerintah eksklusif dan sengaja memanfaatkan sifat rakyat yang pelupa dan mudah memaafkan.
"(Mestinya), jelaskan misalnya IPO dilakukan karena
bla bla bla, kenapa harganya Rp 850, jelaskan kenapa hanya dalam hitungan jam harganya langsung naik 50%, dan jelaskan juga jika IPO untuk kesejahteraan rakyat mengapa tidak didorong koperasi membeli sahamnya," bebernya.
Dia yakin, kalau pemerintah menjelaskan dengan terbuka, publik pasti akan menerima baik penawaran perdana saham PR KS itu. Kalau seperti sekarang, karena sudah terjadi, sebagai pembayar pajak, rakyat pasti kecewa karena tidak ada yang bisa diandalkan lagi dari PT KS. "Kita pasti kecewa karena industri baja kita dimiliki swasta," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: