Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Gayus Itu Selebriti Century

Oleh: Adhie Massardi

Rabu, 17 November 2010, 00:00 WIB
Gayus Itu Selebriti Century
gayus tambunan/ist
GAYUS Tambunan itu memang selebriti dari dunia kriminal. Lahir dari skandal rekayasa bailout Bank Century, yang melahirkan kriminalisasi pimpinan KPK (Bibit-Chandra) yang dikenal dengan adagium “cicak vs buaya”. Dari sini muncul Susno Duadji yang ogah dijadikan korban. Lalu ia buka rekening gendut petinggi Polri. Dan munculah nama Gayus!

Meskipun orang biasa, PNS Golongan III-A di Kantor Pajak Jakarta, tapi karena muncul dari “perang bintang” di Mabes Polri, namanya langsung meroket. Apalagi bersama Satgas Anti-Mafia Hukum pimpinan Kuntoro, sebelum masuk bui Gayus sempat bikin “sinetron hukum” di Singapura.

Maka meskipun baru beberapa bulan jadi selebriti, popularitas Gayus Tambunan menenggelamkan nama Gayus lain, yakni Prof. DR T Gayus Lumbuun, SH, MH, politisi PDIP yang sudah belasan tahun malang-melintang di panggung politik.

Publik takjub kepada Gayus karena dalam kedudukannya sebagai pegawai biasa, karena jadi makelar kasus (markus) pajak, ia bisa punya rekening puluhan milyar rupiah. Jadi dalam pandangan publik, yang layak punya simpanan puluhan milyar itu para pejabat tinggi.

Tapi ada juga yang berspekulasi. Kalau pegawai sekelas Gayus saja punya simpanan puluhan milyar, bagaimana atasan Gayus? Berapa pula simpanan bos atasannya Gayus? Benar, kewenangan memainkan pajak itu seperti deret ukur. Makin tinggi jabatannya, makin besar angka yang bisa “dimarkuskan”. Padahal kita juga tahu, kalau sudah sampai ke meja menteri (keuangan), harus ada persetujuan presiden.

Tapi memang, setelah dari mulut Gayus muncul beberapa nama perusahaan (besar) yang juga bermain markus-markusan, muncul pula sejumlah nama besar lain yang memarkus pajak dalam jumlah trilyunan rupiah. Kalau sudah sejumlah itu, merupakan otoritas menteri dengan pesetujuan presiden.

Sekonyong-konyong, isu perusahaan besar pengemplang pajak pun redam. Lalu kasus Gayus pun menjadi seperti pisang dan ubi rebus. Hanya jadi pembicaraan di warung pinggir jalan. Sampai kemudian Gayus muncul lagi dengan wig (rambut palsu) yang janggal itu.

Dengan rambut palsunya yang wagu, Gayus muncul di jajaran penonton pertandingan tenis di Bali. Fotonya beredar luas dalam berbagai versi. Sebelum akhirnya Gayus mengakui itu foto dirinya, media massa menyebut itu “foto yang mirip Gayus”, kemudian muncul lagi “foto yang mirip Gayus dan foto yang mirip istrinya”.

Memang kasus ini sempat menjadi seperti kasus video seks “mirip Ariel dan mirip Luna Maya”. Benar-benar menggelikan. Tepatnya: menjengkelkan!

Kini nafsu membongkar skandal Gayus bisa menembus rutan Mako Brimob Kelapa Dua yang sangar sedang tinggi-tingginya. Semua orang menunggu. Apalagi Gayus juga bilang, perkara melancong ke luar tahanan hanya mengikuti kebiasaan yang sering dilakukan para pendahulunya, oleh tahanan lain. Termasuk Susno Duadji, bekas Kabareskrim Mabes Polri yang membongkar kasus Gayus.

Persoalannya, apakah betul yang diucapkan Gayus soal tahanan lain yang juga sering melenggang keluar sel itu? Bagaimana dengan Aulia Pohan, besan Presiden Yudhoyono, yang juga pernah ditahan di rutan ini? Kalau benar, niscaya rencana menuntaskan skandal rutan Mako Brimob pun bakal menguap.

Padahal sembilan penjaga rutan Brimob sudah terlanjur diperiksa. Beberapa di antaranya malah sudah dijadikan tersangka. Dan sebagimana yang sudah-sudah, kasus akan berhenti sampai di sini. Mereka yang “kecil-kecil” ini harus ikhlas menjadi “korban”.

Kini kita tunggu skandal apalagi yang bakal dijalani Gayus. [**]

ARTIKEL LAINNYA