Seperti diketahui, Muhamadiyah dan Hizbut Tahrir melaksanakan shalat Idul Adha pada hari ini (16/11), sementara Pemerintah dan Nahdatul Ulama besok (Rabu, 17/11).
"Kalau ada ikhtilaf (perbedaan) dalam pelaksanaan Idul Fitri itu wajar, tapi ini kan Idul Adha, lebarannya teman-temen kita yang sedang berhaji. Dulu nabi Muhamad pernah memerintahkan pejabat di Madinah untuk melaksanakan shalat Idul Adha karena di Mekkah jemaah haji sudah selesai melaksanakan wukuf di Arafah," katanya.
Perbedaan waktu pelaksanaan shalat Idul Adha jelas akan berpengaruh pada perbedaan hari tasyrik (waktu pemotongan kurban) atau waktu tiga hari bagi umat muslim untuk melaksanakan kurban.
"Kami disini yakin Idul Adha jatuh pada hari ini. Sebab secara kasat mata kita sudah lihat, di media, jemaah haji sudah wukuf kemarin," sebutnya.
Ke depan, lanjutnya, pemerintah harus meminimalisir perbedaan waktu baik Idul Adha maupun Iedul Fitri. "Pemerintah jangan buat umat gamang," tutupnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: