"Sudah terbukti di lapangan fakta hukumnya dijual sangat murah dan harganya langsung naik hanya dalam hitungan menit," ujar Adner kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (14/11).
Seperti kita ketahui, pada hari pertama IPO (10/11), harga saham BUMN baja ini meningkat hampir 50% dari harga penawaran pertamanya yang sebesar Rp 850. Pada hari pertama itu, harga perlembar saham ditutup pada harga Rp 1250.
Fakta hukum lainnya, sebut Adner, proses
book building IPO KS terbukti dilakukan dengan tidak baik.
"Banyak orang yang tidak dapat saham padahal sebelumnya mereka sudah masuk di penjatahan," katanya.
Yang terakhir, masih katanya, janji bahwa IPO KS ditawarkan kepada investor berkualitas terbukti salah. Buktinya investor asing tidak lama memegang saham KS-nya dan mereka langsung menjual kembali sahamnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: