Makanya keluarga korban berharap agar Jaksa Agung yang baru punya keberanian untuk meÂnuntaskan kasus yang merenggut 13 korban itu, delapan di antaraÂnya dari mahasiswa.
“Kami berharap Presiden meÂmilih Jaksa Agung yang berani menuntaskan kasus Semanggi I agar kasus ini tidak berlarut-larut,’’ ujar Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KonÂtras), Indria Frenida, kepada RakÂyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Sebaiknya Jaksa Agung itu dari internal atau dari luar?
Kami tak persoalkan dari mana. Yang penting harus berani tuntaskan kasus pelanggaran HAM. Tapi berdasarkan pengalaÂman, Jaksa Agung dari internal kurang berani. Jadi, sebaiknya Presiden melirik dari luar.
Misalnya siapa?
Orangnya harus yang indepenÂden, yang punya komitmen tinggi terhadap penuntasan pelanggaran HAM di masa lalu.
Jadi, harapan kami agar PresiÂden memilih Jaksa Agung yang punya keberanian menuntaskan kasus pelanggaran HAM ini.
Sejauh ini kan komitmen poliÂtik untuk penyelesaian kasus ini tidak pernah muncul. Itu yang menjadi catatan kami, bahwa Jaksa Agung yang baru itu tidak hanya punya komitmen untuk pemberantasan korupsi saja. Tapi juga penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat. Itu kan janji dari Presiden SBY ketika mau menjadi Presiden.
Apa Anda yakin dengan terÂpilih Jaksa Agung yang baru kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat akan terselesaikan?
Ya, ini jadi ukuran dari Jaksa Agung yang baru. Harapan kita sih orangnya harus mampu meÂnyelesaikan kasus-kasus peÂlanggaÂran HAM, termasuk kasus Semanggi.
O ya, apa inti peringatan 12 tahun tragedi Semanggi?
Negara hendaknya menyeleÂsaiÂkan kasus-kasus pelanggaran HAM, khususnya Semanggi I. Kami meminta agar aparat huÂkum melakukan penyidikan. SeÂbab sampai saat ini, belum melaÂkuakn penyidikan terhadap pelaÂku-pelaku penembakan mahaÂsiswa dalam kasus Semanggi ini.
Kenapa menuntut kepada Presiden?
Ya, kami menuntut Presiden untuk mencari Jaksa Agung baru yang punya komitmen tinggi dalam menindak para pelanggar HAM, termasuk menyelesaikan kasus Trisakti dan Semanggi.
Siapa saja yang ikut dalam peÂringatan ini?
Semua korban Semanggi. Tapi salah satu keluarga korban SeÂmanggi I, ibu Sumarsih tidak ikut. O ya, nanti malam (kemarin) akan ada Misa di Atmajaya. Kami tadi juga ke kuburan para korban Semanggi.
Selama ini keluarga korban SeÂmanggi selalu melakukan berbagai unjuk rasa, tapi tetap saja tidak dituntaskan, apa saja langkah-langkah yang dilakuÂkan Kontras?
Ya, ini sebenarnya jadi tanggung jawab negara untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu, ketika kita mau beranjak kesatu titik demokrasi akan lebih baik. Nah, persyaratan dari transisi demokrasi itu adalah penyeÂleÂsaian di masa lalu yang harusnya bisa membuka ruang-ruang keÂbenaran yakni keadilan dengan menghukum para pelakunya, memperhatikan hak-hak keluarga korban, dan menjamin peristiwa serupa tidak terulang lagi. Nah, ketika semua hal itu tidak dijaÂlankan dan diabaikan peristiwa ini akan terulang kembali. TerÂbukti selama 12 tahun demokrasi kita belum berjalan sempurna.
Apa yang dilakukan agar apaÂrat hukum menyelesaikan kasus ini?
Sebenarnya nggak ada alasan dari pemerintah untuk tidak meÂnemukan pelakunya. Karena Komnas HAM sebagai lembaga negara sudah melakukan peÂnyeÂliÂdikannya, sudah menyimÂpulkan adanya pelanggaran HAM berat untuk kasus Trisakti, Semanggi, serta sudah mereÂkomendasikan beberapa nama para pelakunya untuk diperiksa oleh Jaksa Agung.
Kita sih orangnya harus mamÂpu menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk kaÂsus Semanggi. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.