Tokoh pluralis Salahuddin Wahid mengatakan, konflik beda agama tidak hanya bisa diselesaikan di tingkat elit atau pemuka agamanya saja. Tapi juga perlu melibatkan umat langsung.
"Kita perlu pendidikan keagamaan yang mendidik dan mendorong toleransi dan penghormatan terhadap agama lain dan juga terhadap kelompok lain seagama yang beda penafsiran," paparnya dalam seminar internasional "Dialog antar Agama untuk Kesejahteraan, di Museum Indonesia, TMII, Jakarta (10/11).
Menurut pengasuh pondok pesantren Tebuireng, Jombang ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan sikap toleran ini.
"Coba gereja kirim guru bahasa Inggris ke pesantren-pesantren, coba bantu teknologi buat petani, coba selesaikan kemiskinan," sebutnya mencontohkan.
Gus Solah, biasa ia disapa, memastikan meski sederhana cara-cara demikian akan sangat efektif untuk bisa menumbuh kembangkan sikap toleran dalam beragama.
[arp]
BERITA TERKAIT: