Dialog Agama Harus Ciptakan Kesejahteraan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 10 November 2010, 14:05 WIB
Dialog Agama Harus Ciptakan Kesejahteraan
kebebasan beragama/ist
RMOL. Dialog antar agama yang sering dilakukan seringkali hanya sebatas membicarakan persoalan toleransi atau kerukunan antar umat beragama saja, belum sampai pada bagaimana menciptakan kesejahteraan.

Demikian disampaikan Putut Prabantoro di sela-sela Journalist International Conference on Inter Religious "Inter Religious for Prosperity," di Museum Indonesia, TMII, Jakarta Rabu (10/11).

"Kesejahteraan itu bukan hanya milik satu agama. Kesejahteraan merupakan milik semua orang," katanya.

Dalam konteks itu, sebut panitia pelaksana konferensi ini, para jurnalis punya peran besar. Di tengah kemajemukan keberagamaan, jurnalis harus mendorong tumbuhnya mindset model keberagamaan untuk menciptakan kesejahteraan bersama itu.

"Agar umat tidak hanya saling bantu saat ada bencana saja, tapi dalam keadaan damai pun mereka saling menolong," tandasnya.

Konferensi internasional ini diadakan oleh Kaukus Wartawan Indonesia (Kawan) dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) bekerjasama dengan Union Catholique Internationale de la presse (UCIP).

Turut hadir dalam konferensi ini, antara lain, Joseph Chatilapilly Sekretaris Umum UCIP, Emilio Platti (Islamolog dari Mesir), Albertus Patty (PGI), Jean Jacques (sekretary general of IDEO/Doinican Institute of Oriental Study), Salahuddin Wahid dan Nathan Setiabudi (tokoh pluralisme), Franz Joseph Eilers, Laurens Tato (senior editor Media group) dan Zuhairi Misrawi (Masyarakat Muslim Moderat). [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA