Dari 25 BUMN terbesar, umumnya telah mencapai lebih dari 75 persen pendapatan usaha selama tahun 2009. Bahkan, sembilan BUMN diantaranya mampu membukukan capaian laba bersih lebih dari seratus persen dibandingkan tahun 2009.
Kesembilan BUMN itu adalah BNI, PT Angkasa Pura, PT Aneka Tambang (Antam), Perum BULOG, BTN, PT Taspen, PTPN III dan PTPN V.
"Kita hargai capaian prestasi kesembilan BUMN ini," ucap Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar kepada wartawan di gedung Kementrian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/11).
Sementara itu, sebutnya pula, tiga BMUN yang masih menempati posisi teratas dalam pencapaian pendapatan hasil usaha yakni Pertamina, PT Telkom dan PT PLN. Masing-masing di Q3 sudah membukukan laba rugi bersih sebesar Rp 11 triliun, Rp 8,9 triliun dan Rp 7,4 triliun.
Pemerintah sendiri, menargetkan laba bersih sampai tahun 2010 sebesar Rp 40 triliun atau sekitar 75 persen lebih dari semua BUMN yang ada dibandingkan tahun 2009 yang hanya Rp 30 triliun.
Kementerian BUMN juga akan melakukan penyehatan terhadap delapan BUMN yang di Q3 merugi. Yaitu PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, PT Industri Sandang Nusantara (Insan), PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Pelni, PT Balai Pustaka, dan PT Kertas Leces dan PTPN XIV.
Caranya adalah dengan melakukan restrukturiasi, baik dengan melibatkan PT PPA maupun ditangani langsung oleh BUMN sendiri.
PT PAL, Insan dan Balai Pustaka saat ini sedang dalam penanganan atau
due dilligence restrukturisasi oleh PT PPA.
"Kita mengharapkan tahun 2011 atau paling lambat 2012, Insya Allah tidak ada BUMN yang rugi lagi," ucapnya yakin.
[wid]
BERITA TERKAIT: