Ahli lingkungan hidup, Emil Salim mengatakan, kegiatan di sektor energi telah menghasilkan efek gas rumah kaca yang berakibat terhadap perubahan iklim dunia.
Di satu sisi, perubahan iklim ini juga berdampak pada perubahan lingkungan yang sekaligus mempengaruhi kegiatan-kegiatan di sektor energi. Misalkan, berkurangnya pasokan air sehingga mengganggu produksi listrik oleh PLTA.
Lantas apa solusinya?
"Pilihan alternatifnya menggunakan energi terbarukan," jawab Emil dalam seminar Ketahanan Energi dan Perubahan Iklim, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (3/11).
Lanjut dia, setidaknya penggunaan energi terbarukan ini juga bisa menjadi solusi atas kekuatiran kehabisan energi fosil yang ada.
"Bencana lingkungan yang terjadi terus menerus juga sudah seharusnya menjadi poin tambahan untuk memaksimalkan penggunaan energi non fosil," pungkasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: