Keengganan itu diperlihatkan Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia, Hikmat Suriatanuwijaya, ketika berbicara kepada wartawan di Bakoel Kafe, Jalan Cikini Raya No 25 Jakarta Pusat (Rabu, 3/11). Ia membantah tuduhan yang menyebut Greenpeace dipakai perusahaan asing untuk memojokkan perekonomian Indonesia.
Sumber dana Greenpeace, sebut mantan jurnalis ini, sangat transparan. Berasal dari 3 juta pendonor perorangan dan 30 ribu diantaranya adalah orang Indonesia.
"Ini upaya mengalihkan isu untuk menggagalkan komitmen Presiden SBY yang akan memoratorium (penghentian sementara) pembukaan lahan baru," sebutnya.
Sebut Hikmat, pihaknya tidak akan surut.
Berbagai kalangan meminta agar sumber dana Greenpeace diaudit karena diduga dana yang mereka gunakan berasal dari perusahaan-perusahaan luar negeri.
[guh]
BERITA TERKAIT: