Dari data yang dimiliki Fitra, alokasi anggaran untuk pengadaan 4.441 buah kendaraan di tahun 2010 jumlahnya mencapai Rp 325,7 miliar.
"Yang aneh satu kendaraan untuk tingkat eselon satu harganya sampai Rp 600 juta lebih padahal aturannya 400 jutaan saja," ujar Sekjen Fitra, Yuna Farhan kepada wartawan di gedung DP RI, Jakarta Jumat siang (22/10).
Penyelewengan pada pos ini, sebut Fitra, rentan terjadi karena pengadaan kendaraaan dapat dilakukan dengan penunjukkan langsung kepada pihak pengadaan barang dan jasa.
Potensi terjadinya kebocoran belanja anggaran dalam APBN 2010 juga terjadi dalam pengadaan komputer jinjin (notebook). Di tujuh kementrian alokasi anggarannya mencapai Rp 32.9 miliar. Di Kementerian Perhubungan bahkan tercatat harga satu unit notebook Rp 28 juta.
"Saya kira kita tahu tidak ada notebook yang harganya 28 juta," tegasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: