Demikian dikatakan mantan Menteri Ekonomi Fuad Bawazier di sela-sela diskusi
Evaluasi Satu Tahu Kinerja Pemerintah Bagi Pembangunan Daerah di gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (20/10).
Sayangnya, sebut Ketua DPP Hanura itu, sensitifitas Presiden yang didukung lebih dari 60% suara rakyat dalam pemilu 2009 itu tidak tepat dan salah tempat.
"Kalau mengancam kekuasaannya dia langsung sensitif dan reaktif. Tapi kalau soal bencana, penegakan hukum yang tidak menentu, soal pelayanan publik yang terseok-seok, dia (presiden SBY) tidak sensitif. Presiden cenderung tidak campur tangan," jelasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: