"Yang benar itu Golkar mencari calon presiden. Bukan Ical jadi calon Presiden. Saya kira itu tidak benar," ujar Ical meluruskan pemberiataan yang menyebutkan Golkar akan mencalonkan dirinya.
Ical menjelaskan, untuk menentukan siapa yang akan diusung menjadi calon presiden, Golkar akan menggunakan mekanisme yang sama saat menentukan siapa yang jadi calon bupati atau gubernur.
"Dalam Pilkada Golkar tidak harus mencalonkan orang dalam. Tapi yang diinginkan oleh masyarakat secara umum. Untuk Presiden, akan kita samakan, tidak akan kita bedakan," tambah Ical kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta Barat (Sabtu, 16/10).
Karena itu, dia tidak mempermasalahkan, bila orang yang lebih populer darinya yang akan diusung Partai Golkar pada pemilihan presiden mendatang. Dan menurutnya, hal itu bisa saja terjadi.
"Ya, bisa saja. Tidak boleh ada
treathment yang berbeda. (Tapi) Golkar belum mikirlah. Kita mikir kemenangan dulu," elaknya.
Tidak setiap ketua umum partai akan maju sebagai calon presiden, begitu pendapat Ical. Buktinya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Barack Obama bukan lah ketua umum di partai mereka. "Kan tidak semua ketua umum jadi presiden. SBY itu ketua umum tidak. Obama itu ketua umum tidak," katanya menguatkan.
[zul]