Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Peternak Indonesia (HPI), Rudy Prayitno kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (Jumat, 8/10).
"(Sebab) Impor akan mengganggu harga sapi domestik. Harga sapi akan menjadi murah sehingga ada kecenderungan para peternak nantinya akan berhenti berternak. Ini akan mengganggu target swasembada daging sapi," katanya.
Sebaliknya, lanjut Rudy, pemerintah seharusnya memperbanyak populasi ternak di Indonesia. Pemerintah harus membuat program-program yang berpihak kepada para peternak kecil, baik berupa program bantuan hibah maupun memperlunak persyaratan kredit usaha pembibitan sapi bagi para peternak.
"Untuk mencapai program swasembada daging, pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah harus mengajak duduk bersama atau melibatkan, misalnya asosiasi importir sapi, asosiasi importir daging, asosiasi distributor daging dan asosiasi-asosiasi lainnya," usulnya.
Seperti diketahui, dari data tahun 2007 sampai 2008 impor daging sapi kita meningkat 9.42%. Dan untuk memenuhi 441.000 ton kebutuhan daging sapi nasional tahun 2010, pemerintah melakukan impor sebesar 30%.
[arp]
BERITA TERKAIT: