"Sebagai salah seorang yang ikut terlibat dalam pencairan dana
bailout Bank Century, saya kira dia tidak memiliki etika publik," ujar pengamat politik dari The Indonesian Institute Abdul Rohim Ghazali kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/10).
Makanya, penyematan oleh sebagian kalangan bahwa Sri Mulyani adalah tokoh etika publik dinilai hanya sebuah upaya menjungkirbalikkan makna dari etika publik itu sendiri.
"Jadi ada penjungkirbalikan (makna) etika publik. Sebab dia harus ikut bertanggung jawab dalam kasus skandal Bank Century. Statusnya kan jelas, sudah ada keputusan politik dari DPR dia terlibat. Dia termasuk yang harus bertanggung jawab waktu itu. Dia kan sebagai Ketua KSSK waktu itu," imbuhnya.
Meski, Rohim yang juga mantan wakil sekjen DPP PAN ini mengakui, secara pribadi, Sri Mulyani termasuk dari sekian banyak menteri yang punya integritas.
[zul]
BERITA TERKAIT: