Terlibat Mega Skandal, Sri Mulyani Tidak Tepat jadi Ikon Etika Publik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 03 Oktober 2010, 14:41 WIB
Terlibat Mega Skandal, Sri Mulyani Tidak Tepat jadi Ikon Etika Publik
sri mulyani/ist
RMOL. Keterlibatan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam mega skandal bailout Bank Century menunjukkan bahwa dia sebenarnya tidak memiliki etika publik.

"Sebagai salah seorang yang ikut terlibat dalam pencairan dana bailout Bank Century, saya kira dia tidak memiliki etika publik," ujar pengamat politik dari The Indonesian Institute Abdul Rohim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/10).

Makanya, penyematan oleh sebagian kalangan bahwa Sri Mulyani adalah tokoh etika publik dinilai hanya sebuah upaya menjungkirbalikkan makna dari etika publik itu sendiri.

"Jadi ada penjungkirbalikan (makna) etika publik. Sebab dia harus ikut bertanggung jawab dalam kasus skandal Bank Century. Statusnya kan jelas, sudah ada keputusan politik dari DPR dia terlibat. Dia termasuk yang harus bertanggung jawab waktu itu. Dia kan sebagai Ketua KSSK waktu itu," imbuhnya.

Meski, Rohim yang juga mantan wakil sekjen DPP PAN ini mengakui, secara pribadi, Sri Mulyani termasuk dari sekian banyak menteri yang punya integritas. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA