Ketua Umum PPP ini menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun yang menarik, SDA, panggilan akrabnya, menggunakan analogi status wartawan di sebuah media.
"Anda kan wartawan. Anda punya bos nggak, pastikan punya bos. Kalau bos Anda sudah tidak suka, gimana? Anda kan pasti dipecat dan diberhentikan. Gimana, apa jawabnya? Anda kan pasti menjawab, ya terima. Itu logika sederhana," ujar SDA kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Jumat, 1/30).
SDA dimintai tanggapan atas hasil survei Lembaga Survei Indonesia belum lama ini yang menyatakan SDA layak untuk di-
reshuffle karena telah menandatangani surat keputusan bersama pembubaran Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
""Dia paling tahu, tanya sama dia. Kalau saya tidak tahu. Pokoknya saya belum tahu. Coba tanya sama orang yang menyebarkan isunya," tegasnya sambil tertawa mengkomentari LSI.
[zul]