"Kami sayangakan karena pendekatan yang dilakukan karena faktor kedekatan. Faktor kekeluargaaan dan faktor siapa yang punya akses dengan kekuasaan," ujar anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Selasa, 21/9).
Bila betul Imam yang diajukan, Sudding menyimpulkan Presiden SBY tidak menjadikan faktor karir dan prestasi selama di Kepolisian menjadi alat ukur apakah seseorang layak untuk jadi Kapolri.
"Kalau seperti itu jenjang karir jadi terhembat, prestasi diabaikan," tandas politisi Hanura ini tanpa menyebut siapa sebenarnya calon yang memiliki jenjang karir dan prestasi lebih bagus dari Imam Sudjarwo.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: