Penolakan Delapan Ribu Jaksa Bukan Pembangkangan, Cuma Siratkan SBY Gagal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 20 September 2010, 18:53 WIB
Penolakan Delapan Ribu Jaksa Bukan Pembangkangan, Cuma Siratkan SBY Gagal
RMOL. Tuntutan delapan ribu jaksa, agar calon Jaksa Agung dari luar kejaksaan, bukanlah bentuk pembangkangan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tetapi hanya menyiratkan pesan, bahwa selama ini presiden selalu gagal menempatkan figur yang cocok untuk memimpin intitusi adhiyaksa tersebut.

"Track record pilihan SBY selalu tidak bagus. Kalau SBY memilih seperti Baharuddin Loppa, saya kira tidak akan ada penolakan," kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi kepada Rakyat Merdeka Online, disela-sela diskusi yang diadakan oleh Balai Kebangsaan, di Jalan Raya Abdul Syafii, Ruko Selmis Building, Tebet, Jakarta (20/9).

Terlepas dari persoalan tersebut, mantan juru bicara presiden era Gus Dur ini menghendaki jika kejaksaan dipimpin oleh orang dari eksternal kejaksaan. Sebab, kebutuhan besar dari kejaksaan saat ini adalah membuktikan, bahwa mereka bersih dari tindakan-tindakan koruptif dalam penegakan hukum.

"Situasi sekarang kejaksaan itu seperti kepolisian, korupsinya sangat kuat. Trust masyarakat kepada kejaksaan rendah. Jika (dipimpin) dari internal maka itu tidak akan membalikkan citra tadi. Yang ada malah akan memperburuk citra dan ketidak-trust-an masyarakat," pungkasnya. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA