Pasalnya, dua nama calon KPK hasil seleksi Pansel KPK, Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas, dinilai merupakan figur-figur yang tepat untuk menduduki kursi pimpinan KPK.
Jadi anggota Komisi III DPR tinggal menentukan satu di antara dua nama terbaik itu. Demikian dikatakan anggota Komisi III DPR dari Ahmad Rubaie kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 30/8).
Wakil Ketua Fraksi PAN ini menilai Bambang dan Busyro sama-sama memiliki kelebihan. Bambang, sebutnya, berpengalaman dalam dunia advokasi dan penegakan hukum. Karena selain banyak terlibat di berbagai lembaga swadaya masyarakat, Bambang juga sebagai pengacara.
"Tapi ingat, kalau jadi pimpinan, jangan dijadikan KPK layaknya LSM. KPK itu kolektif kolegial, bukan berdasarkan individu-individu," ungkapnya.
Sedangkan, Busyro, masih kata politisi asal daerah pemilihan Madura ini, telah memiliki pengalaman dalam memimpin sebuah lembaga negara seperti KPK, yaitu Komisi Yudisial. Selama di KY, tambahnya, Busyro berhasil menjadikannya sebagai lembaga yang terhormat.
"Kalau pun ada yang menilai Busyro lemah dan tidak tegas, itu bukan karena sikapnya. Tapi karena kewenangan KY yang dipangkas oleh MK," tukasnya.
Meski demikian, dia menambahkan, PAN belum menentukan sikap akan memilih siapa di antara dua nama orang tersebut. PAN masih akan menunggu proses
fit and proper test digelar.
[zul]
BERITA TERKAIT: