Guntur Soekarnoputra, Guruh Soekarnoputra, dan Sukmawati Soekarnoputri memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk merayakan HUT RI ke-65 itu di Istana, Jakarta.
Sedangkan Megawati Soekarnoputri dan Rachmawati Soekarnoputri merayakannya di tempat lain. Mega biasanya bersama pimpinan dan kader PDIP di markas PDIP di Lenteng Agung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Atau bisa juga Mega memenuhi undangan adiknya, Rachmawati, untuk merayakan HUT RI di kampus Universitas Bung Karno (UBK) sekaligus peresmian Monumen Bung Karno.
Kalau Mega merayakannya di markas PDIP, ini berarti undangan Rachmawati tidak bisa dipenuhi saudara-saudaranya itu.
“Mega dan seluruh saudara saya undang. Saya berharap semua saudara saya itu bisa hadir dalam peresmian Monumen Bung Karno itu,’’ ujar Ketua Umum Partai Pelopor, Rachmawati Soekarnoputri, kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, belum lama ini.
Menanggapi hal itu, Sukmawati mengatakan, tidak mungkin dirinya dan dua kakaknya, Guntur dan Guruh, memenuhi undangan Rachma. Sebab, ketiganya menghadiri peringatan HUT RI di Istana.
“Ini kan sudah tradisi bahwa putra-putri Bung Karno merayakan HUT RI di Istana. Diharapkan sih semuanya datang ke Istana, tapi kalau di UBK ada kegiatan sendiri, silakan saja,” ujar Sukmawati kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa Rachmawati nggak kecewa?
Saya kira Mbak Rachma bisa memahaminya.
Apa undangan dari Rachma sudah diterima?
Ya, sudah, tapi kami nggak bisa datang. Saya, Guntur, dan Guruh merayakan HUT RI di Istana.
Kenapa mengutamakan acara di Istana ketimbang menghadiri peresmian Monumen Bung Karno?
Yah, sudah tradisi sih. Dari kecil merayakannya di Istana.
Lantas bilang apa ke Rachma?
Bilang saja, nggak bisa datang karena memperingati HUT RI di Istana. Itu kan kebiasaan keluarga Bung Karno. Tapi kalau di UBK ada kegiatan sendiri, silakan saja.
Tapi peresmian Monumen Bung Karno itu kan acara penting juga?
Tapi tidak harus dihadiri semua keluarga dong. Karena yang lebih wewenang adalah Mbak Rachma. Gitu loh.
Tapi Rachma sangat menginginkan keluarga besarnya datang?
Ya, nggak terlalu. Mbah Rachma bisa memahami itu karena kami dari kecil merayakan HUT RI di Istana.
Mengapa?
Karena banyak kenangan di situ.
Apa mungkin setelah dari Istana ke UBK?
Nggak mungkin. Acaranya kan bersamaan.
O ya, bagaimana dengan Megawati, apa mungkin hadir di Istana?
Nggak mungkin. Sebab, selama SBY jadi Presiden, Mbak Mega nggak pernah memperingati HUT RI di Istana.
Sepertinya keluarga besar Bung Karno kurang akur dalam merayakan HUT RI, ada apa?
Bukan nggak akur. Mega kan nggak pernah mau ikut upacara 17-an di Istana selama SBY jadi Presiden. Anda tahu sendiri dong, beliau nggak pernah mau gaul sama SBY.
Ngomong-ngomong, bagaimana generasi muda memperingati HUT RI?
Generasi muda sekarang ini lebih menyukai kebudayaan asing ketimbang kebudayaan kita. Kurang semangat lagi memperingati HUT RI .
Apa kondisinya sudah separah itu?
Saya kira begitu. Semangat Indonesia-nya mulai luntur.
Kok bilang begitu?
Buktinya sederhana saja. Kalau dulu mau menyambut HUT RI, gaungnya sudah terasa jauh-jauh hari, persiapan pesta seni budaya sudah dilakukan. Tapi kalau sekarang, tahu bahwa tanggal 17 Agustus itu ada perayaan HUT RI, itu sudah bagus.
[RM]
BERITA TERKAIT: