WAWANCARA

Sukmawati Soekarnoputri: Saya, Guntur, & Guruh Ke Istana, Kalau Mega Nggak Gaul Sama SBY

Sabtu, 14 Agustus 2010, 07:17 WIB
Sukmawati Soekarnoputri: Saya, Guntur, & Guruh Ke Istana, Kalau Mega Nggak Gaul Sama SBY
Putra-putri Bung Karno ‘terbelah’ dalam memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indo­nesia (HUT RI), 17 Agustus men­datang.

Guntur Soekarnoputra, Guruh Soekarnoputra, dan Sukmawati Soekarnoputri memenuhi un­dang­an Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mera­yakan HUT RI ke-65 itu di Istana, Jakarta.

Sedangkan Megawati Soe­karno­putri dan Rachmawati Soe­karnoputri merayakannya di tempat lain. Mega biasanya ber­sama pimpinan dan kader PDIP di markas PDIP di Lenteng Agung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Atau bisa juga Mega meme­nuhi undangan adiknya, Rachma­wati, untuk merayakan HUT RI di kampus Universitas Bung Karno (UBK) sekaligus peres­mian Monumen Bung Karno.

Kalau Mega merayakannya di markas PDIP, ini berarti undang­an Rachmawati tidak bisa dipe­nuhi saudara-saudaranya itu.

“Mega dan seluruh saudara saya undang. Saya berharap se­mua saudara saya itu bisa hadir dalam peresmian Monumen Bung Karno itu,’’ ujar Ketua Umum Partai Pelopor, Rachma­wati Soekarnoputri, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, be­lum lama ini.

Menanggapi hal itu, Sukma­wati mengatakan, tidak mungkin dirinya dan dua kakaknya, Gun­tur dan Guruh, memenuhi un­dang­an Rachma. Sebab, ketiga­nya menghadiri peringatan HUT RI di Istana.

“Ini kan sudah tradisi bahwa putra-putri Bung Karno meraya­kan HUT RI di Istana. Diharap­kan sih semuanya datang ke Istana, tapi kalau di UBK ada ke­giatan sendiri, silakan saja,” ujar Sukmawati kepada Rakyat Mer­deka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa Rachmawati nggak ke­cewa?     
Saya kira Mbak Rachma bisa memahaminya.

Apa undangan dari Rachma sudah diterima?
Ya, sudah, tapi kami nggak bisa datang. Saya,  Guntur, dan Guruh merayakan HUT RI di Istana.

Kenapa mengu­ta­makan  aca­ra di Is­tana ke­tim­bang meng­­ha­diri pe­resmian Monumen Bung Karno?
Yah, sudah tra­disi sih. Dari kecil merayakannya di Istana.

Lantas bilang apa ke Rach­ma?
Bilang saja, nggak bisa datang karena memperingati HUT RI di Istana. Itu kan kebiasaan keluarga Bung Karno. Tapi kalau di UBK ada kegiatan sendiri, silakan saja.

Tapi peresmian Monumen Bung Karno itu kan acara pen­ting juga?
Tapi tidak harus dihadiri semua keluarga dong. Karena yang lebih wewenang adalah Mbak Rachma. Gitu loh.

Tapi Rachma sangat meng­ingin­kan keluarga besarnya da­tang?
Ya, nggak terlalu. Mbah Rach­ma bisa memahami itu karena kami dari kecil merayakan HUT RI di Istana.

Mengapa?
Karena banyak kenangan di situ.

Apa mungkin setelah dari Ista­na ke UBK?
Nggak mungkin. Acaranya kan bersamaan.

O ya, bagaimana dengan Mega­wati, apa mungkin hadir  di Istana?
Nggak mungkin. Sebab, se­lama SBY jadi Presiden, Mbak Mega nggak pernah mempe­ringa­ti HUT RI di Istana.

Sepertinya keluarga besar Bung Karno kurang akur da­lam merayakan HUT RI, ada apa?
Bukan nggak akur. Mega kan nggak pernah mau ikut upacara 17-an di Istana selama SBY jadi Presiden. Anda tahu sendiri dong, beliau nggak pernah mau gaul sama SBY.

Ngomong-ngomong, bagai­mana  generasi muda memperi­ngati HUT RI?
Generasi muda sekarang ini le­bih menyukai kebudayaan asing ketimbang kebudayaan kita. Ku­rang  semangat lagi memperingati HUT RI .

Apa kondisinya sudah sepa­rah itu?
Saya kira begitu. Semangat Indonesia-nya mulai luntur.

Kok bilang begitu?
Buktinya sederhana saja. Kalau dulu mau menyambut HUT RI, gaungnya sudah terasa jauh-jauh hari,  persiapan pesta seni budaya sudah dilakukan. Tapi kalau se­karang, tahu bahwa tanggal 17 Agustus itu ada perayaan HUT RI,  itu sudah bagus.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA