WAWANCARA

Aburizal Bakrie: Setgab Tak Berwenang Tentukan Calon Kapolri, Itu Hak Presiden...

Sabtu, 14 Agustus 2010, 06:48 WIB
Aburizal Bakrie: Setgab Tak Berwenang Tentukan Calon Kapolri, Itu Hak Presiden...
RMOL. Ketua Harian Sekretariat Gabungan (Setgab) Partai Koalisi, Aburizal Bakrie mengatakan, pihaknya menjadi garda terdepan dalam mengupayakan penyelesaian berbagai persoalan krusial di negeri ini.

“Setgab ini akan lebih banyak menyikapi masalah-masalah krusial yang berdampak secara nasional dalam pembangunan berbangsa dan bernegara. Ber­bagai masalah krusial yang ter­jadi dari waktu ke waktu. Contoh­nya soal APBNP, penetapan Ka­polri dan lain sebagainya,” ujar Aburizal Bakrie, di Jakarta, akhir Mei 2010.

Tapi anehnya,  saat diwawan­carai Rakyat Merdeka usai shalat tarawih di Kantor DPP Partai Golkar, di Slipi, Jakarta, Kamis (12/8), Aburizal menegaskan, ma­sa­lah calon Kapolri ini bukan kewenangan Setgab Parpol Koalisi.

“Setgab tidak punya hak me­nentukan Kapolri. Itu merupakan hak prerogatif Presiden,” kata­nya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apakah Setgab Parpol Koa­lisi diajak bicara soal calon Ka­polri?
Soal kandidat Kapolri, itu ke­wenangan Presiden.

Apakah Setgab mengusul­kan jagoannya?
Tidak. Kami tidak akan mela­kukan itu karena itu kan meru­pakan hak prerogatif Presiden.

Apakah nanti diberitahu ke Setgab?
Presiden sebagai Pimpinan setgab, tentunya beliau akan memberitahukan pada semua anggota Setgab.

Kabarnya calon Kapolri su­dah kasak-kusuk, apakah su­dah ada yang mendekat ke Set­gab atau Partai Golkar?
Tidak ada dong. Sebab, Set­gab tidak punya hak untuk me­nen­tukan Kapolri. Semuanya hak prerogatif Presiden. Kita lihat saja nanti pilihan Presiden.

Menurut Anda kriteria calon Kapolri itu seperti apa?
Saat ini kan jenis kejahatan mulai makin banyak. Negara juga sudah makin demokratis. Kemu­dian kita tahu bahwa kejahatan trans nasional dan tradisional itu makin lama makin modern, ma­kin canggih. Jadi harus melaku­kan pendekatan-pendekatan yang komprehensif.

Bukan hanya itu, kepolisian ke depan harus menjadi pengayom masyarakat, yang bisa dipercaya sebagai penegak hukum.

Selain itu apa lagi?
Kapolri nanti hendaknya meng­upayakan agar pendapatan polisi bertambah. Gaji polisi kan kecil sekali. Ini tantangan bagi Kapolri.

Tantangan yang lain?
Kita harapkan nanti pengganti Bambang Hendarso Danuri itu orangnya jujur, berani, yang tegar dan tegas dalam menghadapi segala hambatan yang ada.

Saat ini beredar wacana agar Presiden tidak hanya mengaju­kan calon  tunggal ke DPR?
Itu tidak jadi masalah, kita lihat saja nanti. Itu kan kembali lagi pada Presiden sebagai pe­megang hak prerogatif. Ya kalau yang diusulkan dua, baik. Tapi kalau misalnya satu, ya nggak apa-apa.

Jadi Anda berpendapat se­baik­nya Presiden mengajukan lebih dari satu calon?
Ya itu semua dikembalikan kepada Presiden. Kita di DPR tentu nanti akan melihat kalau dua calonnya pasti akan memilih salah satu. Kalau satu calonnya kita lihat bagaimana.

Saat ini Kompolnas sedang menyeleksi 8 calon Kapolri se­be­lum diusulkan ke Presiden, se­jauh mana penanganannya?
Nggak ada itu 8 calon. Itu hanya kabar angin doang.

Banyak pihak berpendapat be­lum ada calon yang mum­puni seperti Bambang Hen­darso Da­nuri, apa perlu jaba­tan­nya diperpanjang?
Bambang kan sudah memasuki usia pensiun. Kalau pun mau di diperpanjang paling setahun. Ya bagus juga, tapi terserah Pre­siden.

O ya, saat ini har­ga pangan me­ning­kat, bagaimana ko­men­tarnya?
Pemerintah harus serius me­nangani ke­naikan harga pangan ini. Apalagi masyarakat saat ini sedang menderita karena ke­naikan ini. Situasi pangan dunia mengalami suatu gejolak. Kita lihat gandum naik dari 40 bahkan kalau future sampai naik 60 per­sen. Jika harga gandum naikkan maka akan berpengaruh juga pada harga kacang kedelai. Gan­dum naik lalu di kita mie naik, makanya harus kita cermati se­baik-baiknya.

Atas kenaikan harga pangan ini, Golkar berpendapat apa-apa saja yang mesti dibenahi?
Untuk daging kan ada per­masalah produksi dan distribusi daging sehingga menjadi sulit didapat. Sedangkan untuk beras, hasil riset Partai Golkar menun­jukan stok­­­nya ma­sih aman hingga lebaran. Namun kami per­kirakan permasalahan baru akan muncul menjelang bulan Januari dan Februari tahun 2011 dimana ada dampak ke­naikan harga gandum dan terigu pada beras. Makanya situasi pangan ini perlu mendapat per­hatian besar dari pemerintah.

Ngomong-ngomong bagai­mana soal usulan rumah aspi­rasi, apakah hal tersebut perlu diwujudkan?
Kalau pembangunan rumah aspirasi di daerah tidak perlu di­biayai  pemerintah. Saya kira par­tai-partai sanggup mem­bia­yai­nya. Jadi tidak perlu dana dari peme­rintah.  [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA