Ketua DPP Bidang Ekuin itu menilai, semakin banyak calon yang disampaikan ke Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), itu semakin bagus, sehingga semakin banyak pilihan.
Tapi kalau cuma tiga yang diusulkan seperti pernyataan Hayono Isman, itu juga merupakan hak dari Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
Sebelumnya Hayono Isman mengaku, dirinya tidak diusulkan DPP Partai Demokrat ke Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY. Yang diajukan hanya tiga nama yakni Taufik Effendy, Sutan Bhatoegana dan Saan Mustopa.
“Saya nggak tahu Pak Hayono Isman dicoret, padahal sebelumnya sudah disebut-sebut sebagai calon. Nama saya juga selalu timbul tenggelam. Kadang muncul sebagai calon, kadang tidak muncul. Tapi nggak apa-apa,’’ ujarnya kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Sebelumnya Hayono Isman masuk calon Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, kenapa tiba-tiba dicoret?
Saya nggak tahu dong. Yang jelas, yang mengusulkan itu kan Ketua Umum Partai Demokrat, Pak Anas Urbaningrum. Tentang siapa yang diusulkan ke Pak SBY selaku Ketua Dewan Pembina, kita kan nggak tahu.
Apa Anda juga nggak tahu termasuk yang dicalonkan?
Ooo ya. Kadang nama saya muncul, tapi kadang nggak muncul. Yang sering saya dengar untuk menjadi calon adalah Pak Taufik Effendy, Hayono Isman, Jafar Hafsah, dan Saan Mustofa. Tapi siapa saja sebenarnya yang dicalonkan, kita tak tahu. Kita kan nggak pernah dihubungi.
Jadi menurut saya, siapa pun yang diusulkan, ya kita mendukungnya. Agar fraksi ini benar-benar bisa berperan untuk mengawal program pemerintah yang pro rakyat.
Apa dicoretnya Hayono itu demi memuluskan langkah Taufik Effendy?
Saya nggak tahu. Apakah Pak Taufik atau Pak Hayono atau Pak Jafar atau siapa. Itu nggak ada yang tahu karena belum pernah dikomunikasikan dengan kita-kita.
Yang jelas, pasti ada pertimbangan tersendiri dari ketua umum melihat kadernya. Jadi menurut saya, siapapun yang terpilih, itu yang terbaik. Dan yang lain siap mendukung agar partai Demokrat bisa mewarnai parlemen dan bisa membuat parlemen lebih bergairah, lebih baik, dan lebih disiplin. Bisa produktif dalam membuat Undang-undang demi kemakmuran rakyat. Partai Demokrat harus berada di garda terdepan.
Bagaimana menurut Anda sosok Taufik Effendy?
Begini, saya melihat nama besar seperti Pak Taufik, Pak Jafar, dan Pak Hayono merupakan tokoh-tokoh yang mumpuni, bagus dan baik. Saya kira beredar nama mereka adalah hal yang wajar dan penuh pertimbangan.
Sebelum reses, kami sempat rapat fraksi dengan Pak Anas. Beliau mengatakan, bahwa ini rapat fraksi yang terakhir sebagai ketua fraksi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan terpilih ketua fraksi yang jauh lebih baik. Itu kata beliau.
Siapa orang yang dimaksud?
Nggak ada yang tahu. Dan saya pribadi juga tak ingin tahu. Biarkan mekanisme berjalan apa adanya.
Kenapa anda tidak ingin tahu?
Nggak harus demikian. Lagipula saya nggak berkapasitas melobi-lobi orang untuk mengejar jabatan. Nggak lah, saya bukan tipe orang yang demikian.
Jadi pak Taufik itu lebih kapabel atau kredibel dong?
Beliau kan jenderal polisi, bekas menteri lagi, dan sudah kenyang dalam berorganisasi.
Kenapa Anda nggak cari tahu siapa yang bakal dipilih?
Tidak. Saya ini tidak ambisius terhadap jabatan. Kalau disuruh ke depan, disuruh ke tengah, dan di belakang, ya saya siap. Saya orangnya tanpa beban kok. Jadi saya ingin kawan-kawan juga demikian. Agar tidak terjadi budaya 3G di Demokrat yaitu gasak, gesek, dan gosok. Tapi supaya jadi 3A yaitu asah, asih, dan asuh. Demokrat harus benar-benar menjadi partai yang santun, bersih, dan cerdas.
Bagaimana kalau akhirnya Anda terpilih?
Saya nggak mau berandai-andai. Menurut saya, siapapun yang terpilih menjadi Ketua Fraksi Demokrat harus bisa menjadi corong pemerintah untuk mengamankan program-program pemerintah yang pro rakyat, bisa melobi partai koalisi untuk menggolkan Undang-undang pro rakyat. Itu yang paling penting.
Dengan cara ini akan menjadi inovasi untuk suasana baru di parlemen. Ini yang kita harapkan dari Ketua Fraksi Demokrat ke depan yaitu harus lebih baik dari parlemen yang lalu.
[RM]
BERITA TERKAIT: