Penekanan terhadap pelanggaran aturan lalu lintas ini akan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas itu sendiri. Seperti kita ketahui bahwa setiap kecelakaan lalu lintas selalu diawali oleh pelanggaran aturan lalu lintas. Apalagi kondisi warga Jakarta yang tidak patuh dan mudah melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. Tingkat kepatuhan warga Jakarta terhadap peraturan boleh disebut masih rendah, masih sama dengan tingkat kepatuhan anak seusia kelas 4 SD.
Rendahnya tingkat kepatuhan warga ini perlu dibangun dengan sebuah sistem aturan yang tegas dan efektif. Nah sistem E-TLE ini diharapkan bisa meningkatkan kepatuhan warga terhadap autran lalu lintas.
Penerapan E-TLE ini juga akan mengurangi kecurangan atau pelanggaran saat penegakan aturan lalu lintas. Saat penegakan tidak lagi manual, pelaku berhadapan dengan petugas polantas dan bisa bermain damai. Penegakan E-TLE akan dilakukan dengan kamera elektronik pengawas di jalan raya yang akan memotret setiap pelanggaran aturan yang terjadi. Selanjutnya berdasarkan hasil foto E-TLE akan ada bukti yang akan dikirimkan kepada si pelanggar berdasarkan alamat kendaraan bermotor.
Penerapan penegakan secara elektronik ini akan lebih efektif menekan dan mengurangi pelanggaran lalu lintas. Keutuhan penegakan E-TLE sudah lama seharusnya ada di Jakarta agar lalu lintas bisa diawasi dan dikendalikan secara efektif. Semoga saja penerapan E-TLE ini menjadi awal perbaikan pola penegakan aturan lalu lintas dan membangun lalu lintas berkeselamatan.
[***] Azas Tigor Nainggolan(Analis kebijakan transportasi Forum Warga Kota Jakarta)
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: