Ki Bagus Hadikusumo Milik Bangsa

Rabu, 11 November 2015, 14:14 WIB
Ki Bagus Hadikusumo Milik Bangsa
Ki bagus hadikusumo/net
PP Muhammadiyah melaksanakan tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Ki Bagus Hadikusumo. Jauh sebelumnya kakak kandung Ki Bagus,  KH. Fachruddin, bersama dengan tokoh penting Muhammadiyah lainnya yaitu KH. Mas Mansur, juga memperoleh gelar yang sama.

Tasyakuran ini penting tidak sekedar selebrasi kultural, akan tetapi sekaligus dalam rangka menggali dan menebarkan nilai-nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ini yang pernah disebut oleh sejarawan senior Taufik Abdullah sebagai menggali "berita pikiran" atau discourse dari sosok Ki Bagus dan pahlawan nasional lainnya. Dan inilah tasyakuran yang jauh lebih penting dari sekedar  sebagai selebrasi kultural.

Memperhatikan perjalanan Ki Bahus, ada beberapa hal mendasar yang bisa diangkat sebagai pandangan penting dalam kehidupan berbangsa yang berlaku bagi semua elemen bangsa;

Pertama,  agama haruslah diyakini sebagai ajaran Tuhan yang memberikan bimbingan dan arah agar kehidupan tidak tersesat dan bernilai tinggi. Agama haruslah tidak sekedar menjadi sumber kesalehan yabg bersifat privat dan personal akan tetapi haruslah merupakan kesalehan publik (public religion).

Karena itu agama haruslah menjadi kekuatan yang mencerahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah makna penting sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana yang dirumuskan oleh Ki Bagus menjiwai sila sila dari Pancasila.

Kedua, membangun bangsa membutuhkan kesediaan untuk berdialog dan berargumentasi secara lebih jujur. Hal ini berarti ada kesediaan untuk mau mendengar dan menghargai perbedaan-perbedaan pandangan politik maupun ideologis. Perbedaan-perbedaan ini tetap dibingkai dalam titik titik persamaan kebangsaan. Ini juga yang ditunjukkan oleh Ki Bagus terutama dalam soal perubahan Piagam Jakarta dan perumusan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Spirit yang ditunjukkan saat perdebatan konstitusi waktu itu ialah "memberi" bukan merongrong.

Ketiga, spirit membangun keutuhan bangsa, NKRI. Selain bersepakat dan menjaga ideologi bangsa yang saat ini disebut dengan Pancasila juga menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Ini terkait dengan komitmen kebangsaan sekaligus mencegah separatisme. Sikap ini benar benar ditunjukkan dengan nyata oleh Ki Bagus.

Berdasarkan kepada hal tersebut, maka Ki Bagus telah membuktikan babwa dia bukan sekedar warga Muhammadiyah akan tetapi anak bangsa yang berdedikasi tinggi. Tak diragukkan komitnen kebangsaannya. Ki Bagus adalah milik bangsa dan pahlawan nasional.


Sudarnoto Abdul Hakim

Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta
Ketua Dewan Pakar Forum Komunikasi Alumni IMM
Ketua Dewan Pakar Fokal IMM
Ketua Komisi PK MUI
Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah


FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA