E-Mail Picu Level Stres Meningkat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 06 Juni 2013, 13:59 WIB
PERNAHKAN anda merasa sedikit stress akhir-akhir ini? Menurut penelitian yang dilakukan oleh Loughborough University di Inggris, membaca dan mengirim e-mail, terlebih lagi (email) yang menginterupsi pekerjaan, dapat meningkatkan stress secara signifikan.

Dalam penelitiannya, mereka mengamati 30 pekerja di pemerintahan. Mereka menemukan bahwa 83 persen dari mereka merasakan kecemasan yang berhubungan dengan email. Tanda-tandanya dimulai dengan detak jantung yang lebih cepat, meningkatnya tekanan darah, tingginya level stres dari hormon kartisol. Tingkat stres tertinggi terjadi pada saat inbox mereka penuh.

Para peneliti menemukan bahwa ada cara untuk menghilangkan stres yang berhubungan dengan e-mail. Pertama, merapikan folder inbox. Menggunakan folder-folder untuk merapikan e-mail dan menggunakan applikasi untuk mengatur email dapat mengurangi tingkat kecemasan. Ini karena anda akan merasa memiliki kontrol yang lebih besar atas media komunikasi anda. Peneliti juga menyarankan untuk menghindari multi-tasking. Membaca e-mail dan menjawab telepon pada saat yang bersamaan membuat otak anda bekerja lebih berat yang dapat meningkatkan level stress.

“Otak hanya mampu menangani 8 sampai 12 tugas disaat yang bersamaan. Dan jika anda tidak menyelesaikan tugas-tugas tersebut, anda akan mulai merasakan kelelahan yang berlebihan,” jelas Professor Tom Jackson.[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA