Tambahan Anggaran Polri Hal Wajar Sesuai Kompleksitas Tantangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Kamis, 03 September 2026, 23:54 WIB
Tambahan Anggaran Polri Hal Wajar Sesuai Kompleksitas Tantangan
Ilustrasi: Kolase Cecep Handoko dan personel Polri. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Pengamat politik dan kebijakan publik Cecep Handoko alias Ceko menilai usulan penambahan anggaran Polri untuk Tahun Anggaran 2027 merupakan hal yang wajar apabila disesuaikan dengan semakin kompleksnya tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Ceko, perkembangan teknologi telah membuat pola kejahatan semakin beragam. Kejahatan konvensional kini berjalan beriringan dengan kejahatan berbasis teknologi, kejahatan siber, penipuan digital, hingga berbagai bentuk kejahatan yang membutuhkan kemampuan serta peralatan khusus.

“Kalau kita bicara kebutuhan anggaran Polri, jangan hanya melihat nominalnya. Kita harus melihat tantangan yang dihadapi. Pola kejahatan berkembang sangat cepat seiring perkembangan teknologi. Polisi juga dituntut memiliki kemampuan, SDM, peralatan dan sistem yang mampu mengimbangi perkembangan tersebut,” ujar Ceko dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Selain penanganan tindak pidana, kata Ceko, Polri juga memiliki beban tugas yang sangat luas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk pengamanan kegiatan masyarakat, demonstrasi, konflik sosial, kegiatan politik hingga agenda nasional.

“Penanganan demonstrasi misalnya, membutuhkan personel, peralatan dan dukungan operasional. Negara tentu harus memastikan aparat memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas tersebut secara profesional sekaligus menjaga agar situasi tetap kondusif,” jelasnya.

Ceko menegaskan, tambahan anggaran bukan berarti Polri diberikan cek kosong. Setiap penambahan anggaran harus disertai dengan perencanaan yang jelas, indikator kinerja yang terukur, transparansi serta pengawasan yang ketat.

“Prinsipnya sederhana, kalau negara meminta Polri bekerja semakin profesional dan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, maka dukungan anggarannya juga harus realistis. Tetapi setiap rupiah uang negara tetap harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Karena itu, Ceko meminta DPR dan pemerintah melihat kebutuhan anggaran Polri secara objektif berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan riil di lapangan.

“Jangan sampai kita menuntut polisi semakin modern, semakin profesional dan mampu menghadapi kejahatan yang semakin canggih, tetapi dukungan infrastrukturnya masih menggunakan pendekatan masa lalu. Anggaran keamanan pada akhirnya juga merupakan investasi negara untuk menjaga rasa aman masyarakat,” pungkas Ceko. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA