Kepala BGN Sudaryono mengatakan, anggaran tersebut terbagi dalam dua program utama, yakni Program Pemenuhan Gizi Nasional dan Program Dukungan Manajemen.
“Anggaran Badan Gizi Nasional yaitu sebesar Rp240,2 triliun,” kata Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 3 September 2026.
Sudaryono menjelaskan, Program Pemenuhan Gizi Nasional mendapat alokasi Rp232,876 triliun atau 96,95 persen dari total anggaran BGN.
Sementara Program Dukungan Manajemen dialokasikan sebesar Rp7,325 triliun atau 3,05 persen.
Dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional, sebagian besar anggaran digunakan untuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggaran MBG mencapai Rp232,503 triliun atau 99,84 persen dari total anggaran program tersebut.
Sedangkan kegiatan teknis non-MBG untuk pemenuhan gizi mendapat alokasi Rp373,299 miliar atau 0,16 persen.
Sementara untuk Program Dukungan Manajemen, anggaran sebesar Rp7,325 triliun sebagian besar dialokasikan untuk gaji dan tunjangan.
Komponen gaji dan tunjangan mendapat alokasi Rp7,083 triliun atau 96,70 persen. Kemudian operasional dan pemeliharaan kantor sebesar Rp81,702 miliar atau 1,12 persen.
Adapun dukungan manajemen nonoperasional mendapat alokasi Rp160,294 miliar atau 2,18 persen.
BERITA TERKAIT: