Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman Taufik mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 saja, pihaknya mencatat ada 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui kanal media sosial Kemensos.
"Dengan adanya LENSA SR, segala informasi yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat dapat terintegrasi dengan baik dari pusat hingga daerah. Masyarakat jadi mudah mendapatkan informasi valid, cepat, dan terhindar dari narasi hoaks," ujar Taufik dalam keterangannya, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia membeberkan, sebelum adanya LENSA SR, alur komunikasi publik masih dilakukan secara parsial dan bergantung pada koordinasi informal. Hal itu memicu respons lambat, ketidakseragaman narasi antarkanal, hingga risiko salah tafsir.
Melalui LENSA SR, setiap isu atau aduan yang ditangkap dari media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, hingga balai daerah akan diverifikasi terlebih dahulu kepada unit pemilik substansi sebelum disebarluaskan ke publik.
"Mekanisme ini terdiri atas enam tahapan, mulai dari tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan narasi, rekomendasi respons, diseminasi, hingga monitoring," urainya.
Penguatan tata kelola ini resmi diimplementasikan melalui Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor 3240/1/HM.01.03/8/2026 tertanggal 27 Agustus 2026 tentang Rekomendasi Isu dan Respons Komunikasi Sekolah Rakyat.
Taufik menekankan, penanganan isu di lapangan tidak disamaratakan. Isu ringan akan ditangani via FAQ atau koreksi informasi, isu sedang direspons melalui klarifikasi resmi Biro Humas, sedangkan isu berat yang mengancam keselamatan anak atau kebocoran data akan langsung dieskalasikan ke pimpinan tertinggi.
Tak kalah penting, LENSA SR juga dibekali instrumen
Living FAQ, bank narasi, hingga
checklist data-safe dan
child-safe.
"Aspek perlindungan anak menjadi perhatian utama. Materi publikasi diarahkan memenuhi prinsip
child-safe, termasuk tidak mengekspos kerentanan maupun membuka identitas sensitif anak dan keluarga rentan," tegas Taufik.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengapresiasi hadirnya inovasi ini. Ke depan, LENSA SR diproyeksikan tidak hanya terbatas pada program Sekolah Rakyat, tetapi juga akan direplikasi ke berbagai program prioritas Kemensos lainnya.
"Ke depan LENSA SR menjadi rujukan program layanan informasi terintegrasi, tidak hanya dalam lingkup Sekolah Rakyat tapi juga program lain seperti PKH, Sembako, atau layanan lain di Kemensos. Sehingga masyarakat makin mudah mengakses informasi dan terhindar dari hoaks,” pungkas Robben.
BERITA TERKAIT: