Hadiah tersebut berupa rekomendasi hasil Ijtima’ Ulama Indonesia yang diserahkan langsung kepada Prabowo oleh Pimpinan Ponpes Asy-Syifaa, KH Muhyiddin Al-Manafi.
Sebelum diserahkan, rekomendasi itu dibacakan di hadapan Prabowo dan para peserta Harlah PKB, yang memuat tiga poin utama mengenai penguatan negara, tata kelola pemerintahan, serta pembenahan Nahdlatul Ulama (NU).
Menanggapi rekomendasi tersebut, Prabowo mengaku bahagia sekaligus terharu. Ia menyebut hasil Ijtima’ Ulama sebagai hadiah yang luar biasa.
"Hari ini, saya dapat hadiah apa lagi? Luar biasa itu. Langsung dibacakan tadi Kesepakatan Ijtimah Ulama Indonesia Luar biasa ini. Kesepakatan Ijtimah Ulama ini luar biasa. Ilmu lagi ini, PKB," kata Prabowo.
Prabowo kemudian menilai rekomendasi tersebut sebagai sebuah perintah yang sejalan dengan hati nuraninya, terutama dalam memastikan negara yang kuat tetap berjalan sesuai koridor konstitusi, keadilan, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
"Ini, perintah lagi ini. Tapi perintahnya, perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya. Memastikan negara yang kuat tetap berjalan dalam koridor konstitusi, keadilan, dan tata kelola yang baik," ujarnya.
BERITA TERKAIT: