Menurutnya, dengan tata kelola yang lebih baik dan didukung pemanfaatan teknologi yang andal, maka target sasaran MBG akan lebih tepat dan kebocoran anggaran bisa ditekan seminimal mungkin.
"Apalagi dengan fokus eksekusi di daerah 3T dengan melibatkan UMKM lokal, kantin sekolah, hingga orang tua siswa/i, maka program MBG tentunya akan memiliki dampak sosial yang lebih terukur dan nyata di tengah masyarakat," katanya, Kamis, 23 Juli 2026.
Nico Harjanto meyakini, perbaikan tata kelola dan efisiensi anggaran MBG akan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional, khususnya menyangkut disiplin fiskal yang lebih tepat sasaran.
"Ini tentu akan menjadi salah satu hal yg dapat mendorong trend penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah," ungkapnya.
Dia juga berharap, MBG bisa menjadi salah satu contoh nyata bagaimana penerapan tata kelola yang baik menjadi mesin pendorong perekonomian daerah.
Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang yang mundur karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
BERITA TERKAIT: