Berdasarkan pantauan
RMOL, Prabowo tiba di ruang tengah Istana Negara didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sekitar pukul 15.00 WIB.
Mengenakan kemeja putih dan peci hitam, Kepala Negara langsung menuju podium untuk memberikan arahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih yang hadir dalam rapat tersebut.
Mengawali sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa sidang kabinet paripurna sengaja digelar menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan sebagai forum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemerintah yang telah berjalan hampir dua tahun.
"Di mana sudah secara tradisi presiden RI menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama 1 tahun kerja. Ini juga adalah kurang 3 bulan kita menjalankan mandat dari rakyat tahap tahun kedua tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, evaluasi diperlukan agar seluruh jajaran kabinet dapat melihat secara objektif hasil kerja yang telah dicapai selama ini.
"Saudara-saudara, tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan. Saya, kita, tidak hanya saudara-saudara, tapi saya sendiri, menjelang 2 tahun kita sudah sangat bekerja dengan sangat keras, dan sangat padat," kata Presiden.
Kepala Negara mengingatkan bahwa pemerintah menjalankan mandat di tengah kondisi global yang sarat ketidakpastian dan berbagai tantangan nasional.
Meski demikian, ia menegaskan evaluasi dilakukan bukan untuk menyalahkan pihak tertentu ataupun membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.
"Kita menghadapi kenyataan pahit yang harus kita akui, merupakan tantangan kita bersama, kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding bandingkan, tiap masa ada pemerintahannya, tiap pemerintah ada masanya," tegasnya.
Sidang Kabinet Paripurna dihadiri seluruh anggota Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, dan Menteri Agama Nazaruddin Umar.
Kemudian hadir Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
BERITA TERKAIT: