Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, rakyat berbicara berdasarkan pengalaman dan kenyataan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari, sementara pemerintah lebih banyak mengacu pada data.
"Rakyat punya rasa, pemerintah punya data. Rakyat bicara menggunakan rasa yang berasal dari apa yang dirasakan sehari-hari," ujar Hendri Satrio lewat akun X miliknya, Senin, 20 Juli 2026.
Karena itu, Hendri menilai tidak tepat jika ada pejabat yang justru meminta masyarakat untuk hanya berbicara berdasarkan data.
"Nah kalau ada pejabat yang teriak ke rakyat, 'Bicara pakai data!', maka ini adalah jenis pejabat yang sudah kehilangan rasa, tidak punya rasa," tegasnya.
Pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu menambahkan, seorang pejabat publik seharusnya mampu menangkap aspirasi dan keresahan masyarakat, bukan sekadar membantahnya dengan angka-angka statistik.
Menurut Hendri, pola komunikasi pejabat yang lebih berorientasi mempertahankan jabatan dibandingkan merespons kritik masyarakat akan mudah terbaca oleh publik.
"Berkomunikasi untuk mempertahankan jabatan dan bukan untuk merespons masukan kritis dari masyarakat pasti terlihat jelas pesan komunikasi dan gesture tubuhnya," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: